Habapublik.com, Subulussalam – Kota Subulussalam resmi ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai salah satu daerah penyelenggara program Sekolah Nasional Terpadu (SNT) Rintisan Tahun 2026.
Keputusan strategis ini merupakan hasil dari pertemuan intensif jajaran pemerintah daerah dengan Sesditjen PAUD Dikdas dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen, Dr. Eko Susanto, S.E., M.Si.
Penetapan ini menempatkan Kota Subulussalam pada posisi yang sangat diperhitungkan dalam peta pendidikan nasional. Dari total 15 SNT Rintisan yang dijadwalkan mulai beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun ini, Kota Subulussalam menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Aceh, bahkan di seluruh Pulau Sumatera, yang berhasil mendapatkan kepercayaan tersebut.
Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), menyatakan bahwa pencapaian ini tidak diperoleh secara instan. Kepercayaan besar dari pemerintah pusat ini lahir setelah Kota Subulussalam melewati seluruh rangkaian proses verifikasi dan validasi yang berjalan sangat ketat di lapangan.
“Alhamdulillah, kepercayaan ini diberikan setelah melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat, serta didukung oleh kesiapan Pemerintah Kota Subulussalam dalam menyiapkan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, serta calon peserta didik,” kata Haji Rasyid Bancin, Jumat 19 Juni 2026.
Pada tahap awal operasionalnya, SNT Rintisan Kota Subulussalam dijadwalkan langsung membuka kluster pendidikan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk menjaga mutu dan kedisiplinan belajar, kuota penerimaan siswa baru akan dibatasi secara ketat.
Masing-masing jenjang pendidikan tersebut hanya akan menerima sebanyak 60 siswa unggulan melalui proses seleksi yang transparan dan kompetitif. Kendati menerapkan standar tinggi, lembaga pendidikan ini dipastikan akan didukung oleh fasilitas pendidikan yang lengkap, modern, dan ramah teknologi.
Haji Rasyid Bancin menekankan bahwa seluruh peserta didik yang nantinya dinyatakan lolos seleksi akan memperoleh hak pendidikan secara penuh tanpa dipungut biaya sedikit pun. Kebijakan ini diambil untuk memastikan faktor ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak berprestasi.
“Seluruh peserta didik akan memperoleh pendidikan secara gratis, termasuk seragam sekolah, laptop, dan berbagai sarana pendukung lainnya. Ini adalah peluang emas bagi generasi muda Kota Subulussalam untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan berdaya saing tinggi tanpa terbebani biaya,” jelas Wali Kota yang akrab disapa HRB tersebut.
Atas nama Pemerintah Kota Subulussalam, Rasyid Bancin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kemendikdasmen, khususnya Ditjen PAUD Dikdas dan PNFI, atas kesempatan emas yang dialokasikan bagi wilayah berjuluk Kota Sadakata ini.
Guna merespons kepercayaan tersebut, pihak pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk bekerja cepat dan memaksimalkan seluruh potensi birokrasi agar SNT Rintisan dapat segera beroperasi. HRB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menyukseskan program ini demi lahirnya generasi unggul masa depan.(*)












