Tiga Dapur MBG di Kota Sabang Belum Mengantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

Tiga Dapur MBG di Kota Sabang Belum Mengantongi Sertifikat Higiene Sanitasi. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Tiga dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sabang hingga kini belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang menilai ketiga dapur tersebut masih belum memenuhi persyaratan pengelolaan limbah sesuai standar kesehatan lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Dr. Edi Soeharto, mengatakan hasil survei dan kunjungan lapangan yang dilakukan tim menunjukkan masih terdapat kekurangan pada sarana pembuangan limbah. Kondisi tersebut menjadi alasan sertifikat higiene sanitasi belum dapat diterbitkan.

“Kami belum bisa memberikan izin karena hasil survei kami menunjukkan tempat pembuangan limbah belum layak. Belum ada tempat penampungan khusus untuk limbah dari dapur MBG tersebut,” kata Edi Soeharto, Rabu 24 Juni 2026.

Menurutnya, limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu masyarakat di sekitar lokasi dapur. Selain itu, kondisi tersebut berpotensi mencemari sumber air yang berada di lingkungan sekitar.


Tiga Dapur MBG di Kota Sabang Belum Mengantongi Sertifikat Higiene Sanitasi. Foto: Difa.

“Sebelum kami berikan izin, hasil kunjungan tim menunjukkan ketiga dapur tersebut belum memenuhi syarat. Tempat pembuangan limbah harus memenuhi standar yang telah ditetapkan, tertutup, tidak berbau, dan tidak mencemari lingkungan sekitar,” ujarnya.

Edi menjelaskan secara administrasi sebagian persyaratan kemungkinan telah dipenuhi oleh pengelola dapur MBG. Namun, aspek teknis terkait pengelolaan limbah masih harus dibenahi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengungkapkan pihaknya menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait bau limbah yang berasal dari aktivitas dapur MBG. Limbah sisa makanan yang mengandung protein dan lemak berisiko menimbulkan pencemaran apabila tidak ditangani dengan sistem pengelolaan yang baik.

Karena itu, Edi mengimbau seluruh pengelola dapur MBG di Kota Sabang agar tidak hanya memperhatikan kebersihan area pengolahan makanan. Pengelolaan limbah juga harus memenuhi standar kesehatan sehingga tidak mencemari lingkungan dan sertifikat higiene sanitasi dapat segera diterbitkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *