Habapublik.com, Subulussalam – Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA) Kota Subulussalam bergerak cepat memulihkan hak sipil masyarakat pasca bencana dengan menggelar pelayanan jemput bola (FastDUK) langsung di tiga kecamatan dalam wilayah Kota Subulussalam. Langkah proaktif ini dilakukan guna memulihkan serta menerbitkan kembali dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) milik warga yang rusak atau hilang akibat bencana alam pada akhir tahun 2025 lalu.
Aksi pemenuhan hak dasar ini berlangsung maraton selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak Kamis, 9 Juli hingga Sabtu, 11 Juli 2026. Dalam pelaksanaannya, DRKA menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Subulussalam untuk menyisir kawasan terdampak di Kecamatan Longkib, Kecamatan Rundeng, dan Kecamatan Sultan Daulat.
Layanan FastDUK ini mengintegrasikan berbagai jenis pengurusan Adminduk penting yang sangat dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Mulai dari perekaman dan cetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga penerbitan akta kelahiran, di mana seluruh dokumen tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Kepala Bidang Fasilitasi Pendaftaran Penduduk DRKA Aceh, Muhajir, S.T., M.T., menegaskan bahwa kehadiran timnya di lapangan merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah bagi warga yang sedang tertimpa musibah. Dokumen kependudukan dinilai krusial agar warga tidak terhambat dalam menerima program bantuan sosial maupun akses fasilitas negara lainnya.
“Alhamdulillah masyarakat antusias dalam melakukan pembuatan dokumen dalam program ini yang merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan setiap warga terdampak tetap memiliki dokumen kependudukan yang sah sebagai dasar dalam mengakses berbagai layanan publik,” ujarnya.
Muhajir menjelaskan, pergerakan tim di lapangan telah dimulai sejak Kamis 9 Juli, dengan melakukan pendataan dan pelayanan di Kecamatan Longkib, kemudian dilanjutkan pada Jumat 10 Juli, di Kecamatan Rundeng. Ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan di dua kecamatan awal tersebut berjalan secara maksimal tanpa adanya kendala berarti berkat sinergi yang kuat dengan Disdukcapil setempat.
Tepat pada hari ini, Sabtu 11 Juli, pelayanan FastDUK dipusatkan di Kecamatan Sultan Daulat yang sekaligus menandai hari terakhir dari rangkaian agenda jemput bola tersebut. Berdasarkan data sementara yang dihimpun selama tiga hari pelaksanaan, antusiasme masyarakat dinilai sangat tinggi untuk memanfaatkan momentum ini.
“Selama tiga hari ini ada sekitar seribuan dokumen yang telah dilakukan pelayanan. Namun, untuk rekapitulasi keseluruhan jumlah dokumen secara mendetail, nanti akan kami sampaikan secara resmi setelah seluruh proses pelayanan di Kecamatan Sultan Daulat benar-benar selesai malam ini,” tambah Muhajir.
Di sisi lain, respons positif dan apresiasi tinggi datang dari pihak daerah atas asistensi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi. Kepala Disdukcapil Kota Subulussalam, Hidayatul Mukhlis, menyatakan bahwa program FastDUK ini memberikan dampak yang luar biasa dan meringankan beban operasional warga terdampak bencana yang ingin memulihkan identitas diri mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas pelayanan jemput bola yang diberikan oleh Pemerintah Aceh melalui DRKA. Melalui kerja sama ini, masyarakat kami yang menjadi korban bencana sangat terbantu untuk mendapatkan kembali dokumen kependudukannya secara cepat. Kami sangat berharap kegiatan penjemputan bola seperti ini dapat dilaksanakan kembali di lain waktu untuk menjangkau wilayah lainnya,” pungkas Hidayatul Mukhlis.(*)












