Habapublik.com, Meulaboh – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Meulaboh, menggelar sosialisasi tentang keselamatan pelayaran. Mengusung tema “sosialisasi keselamatan pekayaran, zero compromise for safety”, Kamis (5/11/2026).
Diharapkan kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal berbagai perlengkapan keselamatan, memahami prosedur keselamatan di laut, serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menjaga keselamatan saat beraktivitas di wilayah perairan.
Hadir sebagai pemateri pada kegiatan tersebut, Kepala KSOP Meulaboh, Capt. Tri Hananto, S.H., M.Mar. M.M.Tr, , petugas kelaikan kapal Firman serta ahli ukur kapal Muliadi usman, SH. Kegiatan tersebut dihadiri juga tamu undangan Kasat Polairud Polres Aceh Barat, AKP Karianta S dan Komandan Pos TNI AL, Kapten Laut (P) Surya Darmah.
Kepala KSOP Kelas IV Meulaboh, Capt. Tri Hananto, S.H., M.Mar. M.M.Tr, memperkenalkan, keberadaan KSOP Meulaboh, merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bertugas sebagai pelaksana pengawasan dan penegakan hukum pada bidang keselamatan serta keamanan pelayaran, juga mengkoordinasikan kegiatan pemerintahan di pelabuhan, mengatur, pengendalian, sampai pengawasan kegiatan pelabuhan.
Usai memperkenalkan secara singkat keberadaan KSOP Meulaboh sebagai UPT, Capt. Tri juga merincikan sejumlah alat keselamatan dan cara pemakaian, seperti life jacket, life buoy, life raft, dan life boat atau sekoci.
Capt. Tri menjelaskan, keselamatan dalam pelayaran, seandainya terjadi kondisi darurat di laut, paling utama tenang tanpa panik, menunggu aba-aba nakhoda, mengenakan life jacket, mengikuti instruksi awak kapal, sementara nakhoda menyampaikan sinyal panggilan darurat untuk menjelaskan kondisi dan identitas kapal, posisi serta jumlah orang yang membutuhkan pertolongan.
Selanjutnya mengikuti jalur evakuasi menuju titik berkumpul, jika meninggalkan kapal, harus mengunakan sekoci atau rakit penolong sesuai prosedur.
Capt. Tri menjelaskan, paling utama, sinyal komunikasi dalam keselamatan pelayaran, khusus digunakan untuk keadaan darurat yang mengancam jiwa sehingga membutuhkan bantuan segera, seperti keadaan Kapal tenggelam, kebakaran kapal, tabrakan serius, dan orang jatuh kelaut.
“Ada perbedaan sinyal komunikasinya, kalau panggilan MAYDAY kegunaan panggilan darurat mengancam jiwa, Sinyal panggilan PAN-PAN sifat mendesak namun belum mengancam jiwa, sinyal panggilan SECURITE informasi keselamatan pelayaran,” detail Capt. Tri.
Melihat tingginya tingkat disiplin dan antusiasme peserta sosialisasi, Capt. Tri juga memperkenalkan peluang berkarir pada dunia pelayaran, tinggal mendaftarkan diri pada sekolah pelayaran baik yang berada dibawah kementerian perhubungan maupun sekolah swasta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Saka Bahari dapat tumbuh menjadi generasi muda yang peduli terhadap keselamatan pelayaran, memiliki wawasan kemaritiman, serta mampu menjadi pelopor dalam menyebarluaskan budaya keselamatan di lingkungan sekitarnya.(*)












