Minyak Goreng Mulai Langka di Sabang

Minyak goreng mulai langka di Pasar Induk Sabang. Kondisi ini dipengaruhi keterlambatan pasokan dari luar daerah menjelang akhir tahun. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang: Ketersediaan bahan pokok di Pasar Induk Sabang saat ini mengalami dinamika, terutama pada komoditas minyak goreng yang mulai langka. Kondisi ini dipengaruhi keterlambatan pasokan dari luar daerah menjelang akhir tahun.

Pedagang Pasar Induk Sabang, Rijal mengatakan, sejak beberapa hari terakhir pasokan minyak goreng, baik curah maupun kemasan, tidak lagi masuk ke Sabang. Akibatnya, pilihan minyak goreng yang tersedia di pasar menjadi terbatas.

“Minyak curah tidak ada pasokan dan minyak kemasan juga tidak ada pasokan, yang masih ada hanya minyak Sanko. Minyak Sanko masih tersedia dengan harga Rp25.000 per liter atau sekitar Rp50.000 untuk kemasan dua liter,” ujar Rijal, Minggu (21/12/2025).

Kelangkaan minyak goreng ini telah berlangsung sejak Senin lalu dan diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Rijal menyebut keterlambatan pasokan dipicu kendala distribusi dari Medan melalui jalur barat yang mengalami hambatan.

“Kemungkinan seminggu lagi baru masuk, karena pasokan dari Medan jalur barat agak macet dan biasanya akhir tahun harga juga cenderung naik. Stok dari Banda Aceh saat ini juga tidak tersedia,” katanya.

Sementara itu, harga komoditas lain menunjukkan pergerakan yang bervariasi di pasar. Harga telur ayam justru mengalami penurunan dengan harga per lempik kini berada di kisaran Rp68 ribu.

Untuk komoditas beras premium ukuran 15 kilogram, harga tercatat Rp240 ribu per karung atau naik sekitar Rp5ribu dari sebelumnya. Kemudian gula pasir mengalami kenaikan dari Rp18ribu menjadi Rp20ribu per kilogram.

Sedangkan tepung terigu masih terpantau normal dan stok telur sekali masuk diperkirakan cukup untuk penjualan selama satu minggu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *