Bea Cukai Aceh Dorong UMKM Cokbang Tembus Pasar Internasional

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh melakukan asistensi dan bimbingan teknis kepada UMKM Coklat Sabang di Kota Sabang dalam rangka program pemberdayaan UMKM berorientasi ekspor. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh melakukan asistensi dan bimbingan teknis kepada UMKM Coklat Sabang di Kota Sabang dalam rangka program pemberdayaan UMKM berorientasi ekspor. Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi serta kendala yang dihadapi pelaku usaha agar mampu meningkatkan daya saing dan menembus pasar internasional.

Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas I Bea Cukai Aceh, Andry Idriyan Syara, mengatakan pihaknya melakukan identifikasi terhadap profil UMKM di Aceh untuk mengetahui kebutuhan dan tantangan yang dihadapi. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pemberian pendampingan bagi UMKM yang berpotensi, siap, maupun telah melakukan ekspor.

“Dalam program pemberdayaan UMKM ini, kami melakukan identifikasi atau memotret profil UMKM yang ada di wilayah Provinsi Aceh serta menginventarisasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Dengan begitu kami dapat melakukan langkah-langkah yang membantu UMKM agar berorientasi ekspor dan mampu memasarkan produknya ke pangsa global,” kata Andry, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Andry, dukungan yang diberikan meliputi pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, strategi pemasaran digital, tata niaga ekspor, hingga pendampingan terkait legalitas dan dokumen yang diperlukan untuk memasuki pasar luar negeri. Program tersebut juga akan berlanjut melalui kegiatan seminar dan business matching guna memperluas akses pasar UMKM.

Ia menilai potensi UMKM di Sabang, khususnya Coklat Sabang, cukup besar untuk berkembang menjadi pelaku ekspor. Namun peluang tersebut perlu didukung manajemen usaha yang baik, ketersediaan bahan baku yang memadai, serta pemenuhan berbagai sertifikasi seperti halal, BPOM, dan standar higienitas produk.

Sementara itu, Kepala Produksi Coklat Sabang, Melan Meta Diansyah, menyambut baik asistensi yang diberikan Bea Cukai Aceh. Menurutnya, kunjungan tersebut sejalan dengan visi Coklat Sabang yang sejak awal menargetkan produk olahan kakao khas Sabang dapat dipasarkan hingga ke luar negeri melalui koperasi yang menaungi usaha tersebut.

“Dari asistensi ini kami mendapatkan banyak informasi baru, mulai dari fasilitas perpajakan, kendala pemasaran melalui marketplace, hingga berbagai sertifikasi yang diperlukan untuk ekspor. Kami juga mengetahui bahwa ekspor tidak selalu harus dilakukan dalam jumlah besar, sehingga peluang untuk memasarkan produk ke luar negeri menjadi lebih terbuka,” ujarnya.

Melan berharap pendampingan dan komunikasi dengan Bea Cukai dapat terus berlanjut agar Coklat Sabang semakin siap memenuhi berbagai persyaratan ekspor. Dengan dukungan tersebut, produk cokelat khas Sabang diharapkan mampu menembus pasar internasional dan meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *