Habapublik.com, Takengon – Prakirawan BMKG Aceh, Besty, melalui program Info Cuaca di Pro1 RRI Takengon, frekuensi 93.00 FM. pukul 06.30 WIB, melaporkan adanya 58 titik panas yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Aceh.
Lewat info cuaca yang dipandu penyiar Nur itu pendengar disapa dengan kabar yang tak bisa dianggap sepele. Dengan suara tenang namun penuh kewaspadaan, Besty merinci satu per satu wilayah yang terpantau. Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, 28 titik panas.
Disusul Aceh Singkil dengan 8 titik, Aceh Selatan 7 titik, Aceh Timur 4 titik, Aceh Utara 3 titik, serta Aceh Tengah dan Bener Meriah masing-masing 2 titik. Tak ketinggalan, Bireuen dan Lhokseumawe juga mencatat 2 titik panas.
Angka-angka itu bukan sekadar data. Di baliknya, ada potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang bisa merugikan masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar saat membuka lahan, mengingat cuaca panas dapat memperbesar risiko kebakaran,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Suara peringatan itu mengalun di udara Takengon, menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Di tengah rutinitas pagi, kabar tentang titik panas ini seakan mengetuk kesadaran: bahwa bumi Aceh sedang butuh perhatian lebih, dan setiap langkah kecil masyarakat bisa menjadi penentu apakah api akan menyala atau padam.(*)












