Habapublik.com, Sabang : Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, menemukan kasus malaria knowlesi. Penyakit tersebut disebabkan infeksi protozoa Plasmodium knowlesi, sebuah penyakit yang menginfeksi kera jenis ekor panjang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Edi Suharto menjelaskan, seseorang bisa tertular penyakit malaria ini ketika digigit nyamuk Anopheles leucosphyrus, yang baru menggigit kera ekor panjang dan terinfeksi protozoa penyebab malaria knowlesi. Gejala malaria knowlesi, sama dengan malaria biasa, demam sampai menggigil, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, badan lemas, tidak nafsu makan, sakit perut dan terkadang disertai batuk.
“Baru kita temukan satu kasus, ini berdasarkan laporan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang. Namun bukan dari Sabang sendiri, dari pendatang atau import, infeksi malaria yang berasal dari monyet, atau knowlesi. Kalau di Sabang, kita sudah melakukan eliminasi malaria, jadi angkanya itu sudah Nol,” ujar Edi, Rabu (31/1/2024).
Sementara, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang menyatakan bahwa sejak Januari hingga April 2023 lalu, kasus malaria di Kota Sabang terjadi sebanyak 13 kasus. Kemudian pada periode Mei hingga Desember 2023 Kota Sabang dinyatakan bebas dari Malaria.
Untuk itu, berdasarkan penemuan yang baru saja terjadi pada Januari 2024 ini, Edi menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sabang, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber penyebab infeksi tersebut, serta selalu menjaga dan meningkatkan kebersihan di rumah dan lingkungan sekitar.
“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama kita melakukan gotong royong, untuk mengurangi dan membasmi nyamuk penyebar infeksi. Langkahnya itu dengan 3 M yakni menguras, menutup, dan mengubur, agar tidak ada lagi tempat berkembangbiak nyamuk, kalau bisa kita lakukan jumat bersih di seluruh Kota Sabang,” tambahnya.(*)












