Selama Ramadhan, DLHK Sabang Sebut Sampah Meningkat Tiga Ton Perhari

Kabid Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan, DLHK Sabang Muhammad Hendrik Friasayani, inzert limbah kelapa muda di salah satu kotainer sampah di Sabang. Foto/DLHK Sabang.

Habapublik.comSabang : Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang mencatat peningkatan volume sampah di bulan Ramadhan hingga 3 ton lebih sehari. Peingkatan ini sebagian besar di sumbangkan dari limbah dagangan berbuka pada sore hari.

Peningkatan volume sampah di Sabang selama Ramadhan sudah mulai di rasa sejak hari pertama Ramadhan 1445 H. Sebagian besar peningkatan ini berasal dari jajanan berbuka, terutama ampas tebu dan limbah kelapa muda.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang mencatat sekitar 3 ton limbah ampas tebu dan batok kelapa muda di hasilkan setiap hari selama Ramadhan.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan, DLHK Sabang Muhammad Hendrik Friasayani pada hari biasa volume sampah di Sabang mencapai 16 ton perhari, Sedangkan dan pada Ramadhan bisa mencapai 20 ton lebih, yang terdiri dari sampah rumah tangga, pasar, dan limbah dagangan berbuka.

“Tentu ada peningkatan sekitar 3 kontainer dari dagangan berbuka khususnya ampas tebu dan batok kelapa muda. Kalau kita perkirakan sekitar 3 ton. Kalau sampah rumah tangga dan pasar stabil, yang meningkat sampah dagangan pada sore ramadhan,” terangnya, Sabtu (23/3/2024).

Menurut Hendrik, dalam merespon peningkatan volume sampah ini tidak ada penanganan khusus, namun dia berharap kesadaran pedagang dalam membuang limbah dagangannya di dalam kontainer sampah dengan baik dan benar.

Karena menurutnya masih ada segelintir pedagang yang membuang di luar kontainer yang disediakan sehingga limbah berserakan di sekitarnya. Limbah kelapa muda selama ramadhan 1445 H yang di buang di luar container foto: DLHK Sabang

“Tidak ada penanganan khusus untuk peningkatan ini, tapi kita hanya meminta agar pedagang jika membuang sampah nya ke dalam kontainer, jangan di luar sekitar container, ini akan membuat berserakannya sampah dan pekerjaan ekstra bagi petugas, ini masih harus di tingkatkan kesadarannya,” himbaunya.

Sementara itu para petugas kebersihan menurut Hendrik tidak ada penambahan jadwal tugas, namun penyesuaian waktu kerja untuk mengangkut sampah pada bulan Ramadhan, yakni di mulai selepas subuh selama Ramadhan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *