Habapublik.com, Lhokseumawe: Ditengah suasana kesibukan warga berbelanja untuk kebutuhan menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 H, Aktifitas penjualan ketupat lebaran juga tampak mewarnai suasana keramaian di sudut pasar tradisional di kota Lhokseumawe.
Cirikhas kulit ketupat lebaran berwarna kuning yang diolah berbahan daun kelapa muda terlihat menguning di pajang disudut jalan di keramaian pasar kota Lhokseumawe.
Suasana keramaian ini se akan memberi kesan tersendiri bagi pedagang yang menjajakan kulit ketupat di berbagai sudut kota, termasuk pasar tradisional, pasar modern, dan pinggir jalan.
Menurut Ibu Fatimah, seorang pedagang kulit ketupat di Pasar Lama Lhokseumawe, permintaan mulai meningkat sejak dua minggu sebelum Idul Adha 1445 H. “Biasanya, semakin dekat dengan hari raya, permintaan semakin banyak,” ujarnya Sabtu 15 Juni 2024.
Ibu Fatimah menjual kulit ketupat dengan harga Rp 10.000 per ikat, yang berisi sekitar 20-25 lembar kulit ketupat. Dia mengaku dalam sehari bisa menjual hingga 50 ikat kulit ketupat. “Ini waktu paling sibuk bagi kami, karena banyak orang yang ingin membuat ketupat untuk disajikan saat lebaran,” tambahnya.
Pedagang lain seperti Pak Ahmad di Pasar Inpres Lhokseumawe juga merasakan lonjakan permintaan. “Setiap tahun, permintaan selalu naik menjelang Idul Adha. Tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu,” katanya.
Para pedagang kulit ketupat telah mempersiapkan stok sejak jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. “Kami sudah bekerja sama dengan pemasok untuk memastikan kulit ketupat yang kami jual selalu segar dan berkualitas,” jelas Pak Ahmad.
Meningkatnya penjualan kulit ketupat juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Banyak pedagang kaki lima dan usaha kecil yang mendapatkan keuntungan lebih selama periode ini. “Ini membantu kami untuk menambah penghasilan dan menyimpan sebagian untuk kebutuhan lain setelah lebaran,” ucapnya.
Cuaca yang relatif baik juga mendukung kelancaran penjualan kulit ketupat. “Cuaca yang cerah membantu kami menjual lebih banyak, karena orang-orang lebih mudah datang ke pasar tanpa terganggu hujan,” ungkap Pak Ahmad.
Dengan meningkatnya penjualan kulit ketupat, suasana menjelang Idul Adha di Lhokseumawe menjadi semakin semarak. Tradisi membuat dan menyajikan ketupat terus menjadi bagian penting dari perayaan, menguatkan ikatan sosial dan budaya di tengah masyarakat Aceh.(*)












