Selama PON XXI, Ada Skrining Malaria di Pelabuhan Balohan Sabang

Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Sabang melakukan skrining malaria di pintu masuk Pelabuhan Balohan, Sabang, dan membuka layanan kesehatan bagi wisatawan, atlet, dan official yang datang dalam rangka pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut.Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Sabang melakukan skrining malaria di pintu masuk Pelabuhan Balohan, Sabang, serta membuka layanan kesehatan bagi wisatawan, atlet, dan official yang datang dalam rangka pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut.

Menurut Kepala BKK Kelas II Sabang, Saifullah, Sabang telah ditetapkan sebagai kota bebas malaria oleh Kementerian Kesehatan sejak tahun 2016. Sehingga upaya ini penting dilakukan, terutama saat ada acara besar seperti PON Aceh – Sumut 2024 ini, untuk memastikan wilayah Sabang tetap bebas dari malaria.

“Pada momentum PON ini salah satu kegiatan yang kita lakukan adalah skrining malaria. Nah sebelumnya kita juga sudah melakukan survey jentik, survey vector seperti tikus, alhamdulillah hasilnya tidak ada ditemukan faktor resiko penyebab malaria dilingkungan Pelabuhan Balohan Sabang ini,” ujar Saifullah, Selasa (10/09/2024).

Sementara itu, Kepala Wilayah Kerja BKK Pelabuhan Balohan Sabang, Gema Eka Putra menjelaskan, tindakan tersebut merupakan langkah antisipatif jika terdapat atlet, official, atau tamu yang datang dari daerah endemis malaria sesuai dengan surat edaran yang diberikan Kementrian Kesehatan dan Pemerintah Kota.

“Kita melakukan skrining baik data maupun riwayat perjalanan untuk melihat sejauh mana, mungkin ada kendala kesehatan yang dialami dalam proses perjalanan dari daerah asal ke Sabang. Langkah yang disiapkan, kita menyediakan untuk pengambilan sampel darah, dokter, perawat teman-teman surveilans siap mensukseskan PON 2024 ini,” kata Gema.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pelayanan kesehatan, BKK Kelas II Sabang telah menyiagakan 10 petugas perawat, epidomiologi dan dokter, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sabang. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan RDT Malaria, pengukuran tekanan darah, dan layanan kesehatan lainnya.

Sampai saat ini, belum ditemukan adanya kasus malaria, kondisi seluruh atlet, official, dan pengunjung lainnya berada dalam keadaan sehat. Namun ia menekankan, pentingnya melaporkan kondisi kesehatan segera kepada petugas jika mengalami masalah kesehatan apa pun, langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kesehatan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan di Sabang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *