Habapublik.com, Sabang : Pulau Weh atau Kota Sabang, yang dikenal sebagai titik nol kilometer Indonesia, menyimpan banyak pesona alam yang menakjubkan. Salah satu tempat yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda adalah Pantai Sumur Tiga.
Pantai ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah dan menenangkan, tetapi juga memiliki jejak sejarah yang tak terlupakan. Di sekitar pantai terdapat tiga buah sumur yang menjadi sumber mata air bagi warga sekitar.
Salah satu warga asli Jurong Bahagia Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya Marlina mengatkan, meskipun sumur yang ada tersebut sangat dekat dengan pantai, ajaibnya ketiga sumur tersebut memiliki air tawar, bukan air asin seperti umumnya di pantai.
Ketiga sumur ini menjadi primadona pada masanya, di mana banyak penduduk setempat dan pengunjung yang datang untuk memanfaatkan airnya.
“Saat ini, sumur – sumur tersebut sudah tidak sering lagi digunakan oleh warga setempat, namun tetap menjadi saksi sejarah yang berharga. Biasanya digunakan itu kalau ada pengunjung saat selesai mandi laut, ingin membasuh dengan air tawar, maka digunakanlah air yang ada di sumur tersebut,” ujar marlina, Rabu (30/10/2024).
Sementara itu menurut ahli sejarah Sabang Jamin Seda, Pantai Sumur Tiga memiliki posisi yang strategis, tepat menghadap Selat Malaka. Berdasarkan sejarah, Sabang merupakan tempat persinggahan Jepang pertama kali di Indonesia. Jepang mendarat di Pulau Weh sekitar tanggal 11-12 Maret 1942, saat Perang Dunia II sedang berlangsung.
“Jadi dalam upaya mempersiapkan pertahanan menghadapi Perang Asia Pasifik, Jepang mulai membangun benteng-benteng pertahanan di seluruh pesisir pantai, termasuk di Pantai Sumur Tiga. Karena lokasinya yang strategis, Sabang digunakan sebagai wilayah pertahanan Jepang,” kata Jamin.
Meskipun saat ini banyak dari peninggalan tersebut yang sudah tidak utuh, pengunjung masih dapat melihat beberapa benteng peninggalan Jepang di sekitar pantai. Sisa-sisa benteng ini menjadi saksi bisu dari peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di wilayah ini.
“Pantai Sumur Tiga adalah kombinasi yang sempurna antara keindahan alam dan sejarah. Banyak orang datang bukan hanya untuk bersantai di pantai, tetapi juga untuk melihat langsung sisa-sisa sejarah yang ada di sini,” tutupnya.(*)












