Disperindagkop Sabang Gelar Pelatihan Olahan Kakao untuk IKM

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Sabang kembali mengadakan Pelatihan Teknis Produksi Produk Olahan Kakao Angkatan II untuk Tahun Anggaran 2024, Kamis (7/11/2024). Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Sabang kembali mengadakan Pelatihan Teknis Produksi Produk Olahan Kakao Angkatan II untuk Tahun Anggaran 2024. Pelatihan berlangsung di Sentra Pengolahan Kakao, sejak 6 hingga 11 November 2024, diikuti 25 peserta IKM berbasis Kakao.

Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Sabang Rinaldi Syahputra melalui Kepala Bidang Perindustrian Maspriyono mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah untuk mendorong sentra pengolahan kakao di Sabang agar lebih aktif dan bermanfaat bagi pelaku IKM setempat. Bertujuan guna membekali para pelaku IKM pengetahuan dan keterampilan teknik pengolahan kakao menjadi produk cokelat.

“Kami ingin agar sentra kakao di Sabang ini dapat berfungsi dengan partisipasi semua pelaku IKM pengolahan kakao. Harapannya, sentra ini menyediakan bahan baku bagi para pelaku usaha sehingga bisa hidup dan berkembang,” ujar Maspriyono, Kamis (07/10/2024).

Pelatihan menghadirkan pemateri dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Selain pembelajaran teknik pembuatan cokelat, materi fermentasi biji kakao juga disampaikan untuk meningkatkan kualitas hasil panen para petani.

Sementara itu salah satu pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), Rina, menyambut positif pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat, pelaku IKM mendapatkan kesempatan melihat langsung proses pembuatan cokelat dan belajar dari para ahli.

“Saya berharap, ke depan kami bisa membeli langsung bahan baku cokelat dari sentra yang ada di Sabang. Dengan demikian, petani pun diuntungkan karena cokelat mereka bisa dibeli oleh Disperindag dan dijual kepada kami para pelaku IKM,” ungkap Rina.

Disperindagkop dan UKM Kota Sabang juga merencanakan program pemagangan bagi 10 peserta terbaik dari total 50 peserta Angkatan I dan II pada akhir November. Program pemagangan ini bertujuan memberi kesempatan kepada peserta untuk belajar di lokasi dengan fasilitas pengolahan kakao yang lebih maju.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *