Nazaruddin Dek Gam ‘Lempar’ Opsi ke Fans, Jamu Dejan FC Digelar di SHD atau SHB ?

Presiden tim Persiraja Banda Aceh, H Nazaruddin Dek Gam.

Habapublik.com, Banda Aceh: Presiden tim Persiraja Banda Aceh, H Nazaruddin Dek Gam lewat akun “Instagram_nya (IG)” sejak lima hari lalu melemparkan status kepublik/fans Persiraja Banda Aceh, “Lawan Dejan, Pat Tamaen…Lampineung atau Harapan Bangsa”?.

Status IG yang sudah disukai 4.462 pengikut, 720 komentar serta 97 kali dibagikan hingga, Jumat (27/12/2024) siang itu disambut komentar dan masukan beragam oleh fans tim yang berjulukan “Laskar Rencong” dan lebih dominan tetap digelar di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung, Banda Aceh saat menjamu Dejan FC, Minggu (05/01/2025) malam.

“Mengingat tuah Persiraja Banda Aceh di SHD”, meskipun sudah memastikan tiket kebabak 8 besar dan sebagai juara Grup I, dua sisa pertandingan babak reguler, home dengen Dejan dan Away sama PSPS tanggal 11 Januari, fans berharap dua laga sisa juga dihadapi secara serius dan target tetap menangkan laga, guna menambah kepercayaan pemain dalam menghadapi putaran 8 besar.

Secara kasat, “Lampineung garansi menang buat Persiraja terbukti”, namun kapasitas stadion sudah dibawah 10 ribu penonton usai direnovasi menjelang PON XXI tahun 2024 itu yang menjadi persoalan, ditengah animo penonton begitu tinggi dari peforma Persiraja terus meningkat pada Liga2 2024/25.

Ya SHD kursi penonton terbatas hanya tinggal 8000 tempat duduk dari sebelumnya 12 ribu lebih, “otomatis jika ingin memecah rekor penonton terbanyak pada Liga2 musim ini, manajemen Persiraja bisa menggelar pertandingan dengan Dejan FC di Stadion Harapan Bangsa (SHB)”.

Setelah itu kembali lagi _berhomebase_ di SHD Lampineung, apalagi saat bertindak sebagai tuan rumah pada babak 8 besar nanti, “tidak ada cerita _wajib_ menjamu tiga tim tamu di SHD dengen resiko apapun membludaknya penonton sekalipun”, ujar Khairul salah satu fans Persiraja kepada Habapublik.com, Jumat (27/12/2024) sore di Darussalam.

Hal senada diutarakan ratusan fans Persiraja lainya, lewat status IG Presiden tim Nazaruddin Dek Gam. _Akhyar Ilyas dan anak asuhannya dalam menghadapi dua laga sisa tetap menganggap penting dan mengincar kemenangan, main di SHD atau SHB dengan Dejan yang penting menang_, serta babak 8 besar harus bertanding di SHD, “ujar sejumlah fans dan publik SHD lainya.

Yang memang secara umum fans Persiraja tetap menggaaransi main di SHD, mengingat keangkeran dan semangat juang pemain Persiraja kala bertempur di Lampineung telah terbukti ampuh, serta dukungan publik secara langsung tribun dekat dengan lapangan, tetap tim tamu salah tingkah dan kadang-kadang langsung don.

Dibandingkan dengen SHB, meskipun kapasitas mempuni. Namun renggang jarak tribun dan ditambah treak atletik dengen permukaan lapangan. Puluhan ribu penonton sekalipun mensupport/ memberikan dukungan langsung untuk Andik Vermansah dan kawan-kawan, tetap saja tim tamu tak kehilangan nyali sekalipun seperti kenyataan dalam laga-laga Persiraja belakangan, bahkan tim tamu berani berontak lebih awal.

Contoh terdekat kala ricuh dengen PSPS Pekan Baru pada laga pekan awal Liga2 2024/25, Minggu 13 Oktober malam, yang berkesudahan imbang 1-1 juga berujung denda dua laga tanpa penonton dan hukuman berantai lainnya untuk pemain juga individu manajemen tim.

Intinya skuad Persiraja, selalu kepayahan dan sulit sekali memenangkan pertandingan di SHB, beda dengan aroma SHD sangat bersahabat dengan tim yang berjulukan laskar rencong itu, juga telah berjulukan stadion tuah bagi Persiraja dan angker bagi tim tamu level apapun saat kontra dengen Persiraja di Stadion H Dimurthala.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *