Habapublik.com, Sabang : Kota Sabang mencatat dinamika angka kejadian bencana alam pada tahun 2023 dan 2024. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sabang, beberapa jenis bencana mengalami peningkatan, sementara lainnya menunjukkan tren penurunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Budiman, M.Si menjelaskan, pada tahun 2023, musibah pohon tumbang tercatat sebanyak 85 kejadian, dan angka ini meningkat menjadi 108 kejadian pada tahun 2024. Sebagian besar kasus pohon tumbang ini, sekitar 60%, terjadi menimpa badan jalan, sementara 40% lainnya menimpa rumah warga.
Meski tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia, beberapa warga mengalami luka ringan akibat kejadian ini. Kerugian yang ditimbulkan dari musibah ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kemudian bencana tanah longsor mengalami penurunan drastis. Pada tahun 2023, terdapat 10 kejadian longsor, namun pada tahun 2024 hanya tercatat 1 kejadian saja. Selain itu, musibah banjir yang sempat terjadi sebanyak 13 kali pada tahun 2023, tidak tercatat sama sekali pada tahun 2024.
“Namun, bencana kebakaran dan angin kencang menunjukkan tren sebaliknya. Kebakaran yang sebelumnya terjadi 8 kali pada tahun 2023 meningkat menjadi 11 kejadian pada tahun 2024. Angin kencang yang hanya tercatat 2 kali pada tahun 2023, melonjak tajam menjadi 13 kejadian pada tahun 2024,” ujar Budiman, Sabtu (18/01/2025).
Budiman menambahkan, untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana, BPBD Kota Sabang telah aktif menyampaikan pesan-pesan kewaspadaan melalui media sosial. Pihaknya terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk waspada terhadap cuaca buruk dan potensi bencana.
“Kami selalu memberikan himbauan kepada masyarakat secara langsung, kemudian juga melalui media sosial. Kemudian saat keadaan darurat, kami berusaha merespons secepat mungkin dan menindaklanjuti bencana yang terjadi,” tambahnya.
BPBD Kota Sabang memiliki 37 personel yang dibagi ke dalam tiga kelompok tugas untuk menangani bencana. Masyarakat diimbau agar selalu berhati-hati dan waspada, terutama saat cuaca buruk melanda. Hindari wilayah rawan bencana seperti jalan rawan longsor dan kawasan yang rawan pohon tumbang.(*)












