Habapublik.com, Aceh Timur: Diduga dikerjakan asal-asalan, Proyek Jalan Kuta Binjei-Alue Ie Mirah Aceh Timur, menuai keluhan dan protes berbagai kalangan yang ada didaerah tersebut.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Minggu, (26/01/2025) sejumlah warga yang tergabung lembaga gerakan rakyat menggugat (GeRam), menilai, proyek jalan yang menghubungkan dua kecamatan antara Kuta Binjei dan Indra Makmu yang terkesan dikerjakan asal jadi.
Menurut koordinator GerRam, Supridar, mensinyalir, bahwa penggunaan material kurang berkualitas, menyebabkan kondisi jalan retak-retak mulai dari bagian aspal hingga beton.
“Jalan ini dikerjakan pada desember 2024, setelah dua hari selesai pengaspalan, tampak jelas retak, menurut pantauan kami dan aduan dari masyarakat, proyek itu tidak sesuai dengan spek dan kualitas base A karna terlalu banyak pasir, “Kata Toke Dar.
Mirisnya lagi kata Toke Dar, pengerjaan jalan yang dilaksanakan menggunakan dana bagi hasil (DBH) ini, telah dinanti masyarakat sampai puluhan tahun, namun jalan tersebut tak tahan lama atau dalam kata lain dikerjakan asal asalan.
Ia juga membeberkan, bahwa pengerjaan dilakukan saat malam hari dengan kondisi hujan. “Sungguh disayangkan, karna masyarakat sudah bertahun tahun bahkan 20 tahun mengharapkan jalan ini diperbaiki, tetapi setelah diperbaiki dibuat dengan asal asalan,”Ungkap koordinator GeRam.
Toke Dar mewakili warga sekitar berharap pada pemerintah maupun rekanan agar segera memperbaiki jalan tersebut. “Kami berharap pihak terkait maupun pemerintah Aceh Timur dan kontraktor segera memperbaiki jalan ini sesuai spek yang sudah di tentukan oleh negara,” Pintanya.
Kabid jalan PUPR Aceh Timur, Jamal, dikonfirmasi via akun WA Jumat, (31/01/2025) menyebutkan pihaknya akan segera memperbaiki jalan yang retak itu. ”inikan masa pemeliharaan kemarin sudah mulai diperbaiki Bang,” tulis kabid Jalan PUPR Aceh Timur Jamal secara singkat via Akun WA pribadi.
Amatan wartawan di lokasi, proyek jalan sepanjang kurang lebih 1,5 km tersebut, mengalami retakan yang tersebar di 15 titik, bahkan hal itu terjadi di bekas penambalan jalan.(*)












