News  

Dindon WS Gelar Pagelaran Sastra Pertunjukan Ruang Publik “Rubiah” di Sabang

Dindon WS menggelar Pagelaran Sastra Pertunjukan Ruang Publik bertajuk "Rubiah" di Menara Merah Putih Sabang. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap seni dan sastra, Dindon WS menggelar Pagelaran Sastra Pertunjukan Ruang Publik bertajuk “Rubiah” di Menara Merah Putih Sabang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam kategori pendayagunaan ruang publik, yang bertujuan menghidupkan kembali seni tradisi serta memperkenalkan karya sastra pertunjukan kepada masyarakat luas.

Sutradara Pagelaran “Rubiah” Dindon WS menjelaskan, kegiatan tersebut telah dimulai sejak awal Februari, diawali dengan serangkaian workshop. Dalam pertunjukan ini, teater rakyat dikreasikan menjadi sebuah pementasan yang menggali kearifan lokal.

“Kisah Nyak Rubiah disajikan dalam bentuk syair, dipadukan dengan tradisi musik Aceh dan tarian khas seperti Rapai Geleng, sehingga menjadi satu kesatuan pertunjukan yang kaya akan nilai budaya dan sejarah. Semangatnya itu teater rakyat, yang berangkat dari kearifan lokal Aceh,” ujar Dindon, Senin (17/02/2025).

Menurut Dindon, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para pelaku seni dan generasi muda di Sabang untuk terus mengembangkan seni pertunjukan dengan konsep dan cerita yang berbeda. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan ruang-ruang publik semakin hidup dengan pertunjukan seni yang sarat akan makna dan pesan budaya.

“Meskipun saya telah kembali nanti dari Sabang, harapan saya ini tetap berkelanjutan, mereka bisa bercerita yang lain. Paling tidak mereka sudah punya cara bagaimana membuat sastra pertunjukkan, bukan Cuma dituturkan tapi ini diperagakan, dimainkan dan dinyanyikan,” tambahnya.

Pagelaran ini berlangsung dengan lancar dan melibatkan sekitar 30 orang peserta yang turut berperan aktif dalam produksi. Menurut pantauan RRI, antusiasme peserta dan penonton sangat tinggi saat acara berlangsung, hal ini menunjukkan bahwa seni dan sastra tetap memiliki tempat di hati masyarakat Sabang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *