Daerah  

Pembangunan MCK Individual Warga Masyarakat Desa Perlak Diduga Sarat Masalah

Pembangunan MCK yang di kucurkan oleh pemerintah kabupaten Gayo Lues untuk mengentaskan kemiskinan bagi warga masyarakat desa Perlak Kecamatan Teripe Jaya kabupaten Gayo Lues diduga terkesan sarat bermasalah. Kamis 20/02/2025. Foto/Kamsah Galus.

Habapublik.com, Blangkejeren: Pembangunan MCK yang di kucurkan oleh pemerintah kabupaten Gayo Lues untuk mengentaskan kemiskinan bagi warga masyarakat desa Perlak Kecamatan Teripe Jaya kabupaten Gayo Lues diduga terkesan sarat bermasalah. Kamis 20/02/2025.

Pasalnya, kegiatan yang dana bersumber dari dinas perumahan dan permukiman (PERKIM) itu merupakan kegiatan tahun 2024, yang lalu untuk pembangunan 50 unit  MCK individual yang di bangun untuk masyarakat sekaligus untuk menentaskan angka kemiskinan, dan di laksanakan oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM), namun sangat di sayangkan kegiatan tersebut hingga saat ini belum kunjung selesai, sehingga belum dapat di nikmati oleh warga setempat.

Sejumlah warga masyarakat desa Perlak Kecamatan Teripe Jaya sangat berharap MCK yang di bangun tersebut  di anggarkan dana oleh dinas perumahan dan permukiman kabupaten Gayo Lues itu segera di selesaikan, karena untuk menghadapi bulan Ramadhan.

Warga setempat yang juga seorang tukang bangunan MCK itu kepada media ini, di salah satu Warkop kota Blangkejeren mengatakan, untuk Pembangunan MCK tersebut termasuk dirinya ikut mengerjakannya semenjak tahun 2024, dengan upah per unit nya Rp1.500,000 (Satu Juta Lima ratus ribu rupiah)  dan jumlah keseluruhan nya yang akan di kerjakan sebanyak 50 Unit MCK untuk masyarakat desa perlak.

“Tapi sayang semua MCK itu sampai saat ini belum satupun selesai alias belum bisa pergunakan. Bahkan masih ada beberapa MCK belum pernah di didirikan,”Keluhnya tukang  bangunan yang tidak ingin di sebutkan jati dirinya.

“Karena matrial pekerjaan itu kurang di perhatikan oleh aman Mirza, sehingga saya pun mundur sebagai tukang, bahkan masih ada tersisa upah yang belum di bayar kan oleh aman Mirza selaku penanggung jawab pekerjaan,” sambung nya

Tak hanya itu saja lanjutnya tukang bangunan itu, dirinya mengakui bahwa, ternyata masih ada sebahagian penerima manfaat dari pembuatan MCK itu, belum pernah ada tanda-tanda untuk didirikan, bahkan sebagian seftic tank yang telah di sediakan oleh dinas yang terkait di jadikan warga untuk tempat sampah.

Padahal anggaran dana pembuatan MCK itu untuk satu desa mencapai Rp 600.000.000.(Enam Ratus Juta) dan untuk desa perlak sendiri mendapatkan 50 Unit MCK, namun fakta di lapangan hasil investigasi oleh media  sungguh sangat tidak terpuji.karena kegiatan tersebut diduga menjadi asal bapak senang, atau disebut (ABS).

Oleh karena itu, program untuk mengentaskan angka kemiskinan untuk masyarakat, perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah kabupaten Gayo Lues dan pemerintah Provinsi Aceh bahkan pemerintahan RI, di minta segera melidik kegiatan itu.

Sementara itu Abu Esa salah seorang anggota pengawas kelompok Swadaya masyarakat pembuatan MCK tersebut membenarkan beberapa MCK yang belum di kerjakan.”Karena belum ada ketersedian material sehingga menyebabkan pekerjaan ini menjadi terbengkalai, bahkan masih ada beberapa MCK belum pernah didirikan,”jelasnya Abu Esa.

Kemudian, yang sangat ironis sekali. Ketika media meminta penjelasan dari salah seorang ketua KSM yang akrab di sebut. Aman Mirza. Juga dirinya salah seorang pelaksana kegiatan yang bertanggungjawab atas segala pekerjaan MCK itu. Namun ketika di hubungi melalui WhatsApp nya, guna untuk di konfirmasi penyebab dan kendala nya sangat di sayangkan hingga saat ini belum meresponnya.

Kemudian untuk langkah selanjutnya, media ini meminta keterangan dari Dinas Petkim namun belum juga ada jawaban. Informasi yang di himpun Pembangunan MCK dari 8 (Delapan) desa se kabupaten Gayo Lues itu, dengan pagu anggaran 7 Miliar rupiah.

Karena pengakuan se jumlah ketua KSM, dari 8 Desa yang mendapatkan bantuan pemerintah untuk pembuatan MCK bagi warga masyarakat masing-masing berkisar 600,000,000 tapi di kelola oleh KSM hanya 300,000,000. Hingga berita ini ditayangkan media ini belum memperoleh keterangan dari dinas terkait.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *