Pembeli Peralatan Shalat di Sabang Menurun Drastis

Pembeli Peralatan Shalat di Sabang Menurun Drastis. Foto/Difa.

Habapublik.com, Sabang : Para pedagang peralatan shalat di Sabang menghadapi tantangan besar akibat turunnya angka penjualan. Meski setiap tahun ada penambahan stok barang, namun penurunan penjualan yang signifikan membuat pedagang kesulitan mencapai target pendapatan.

Salah satu pedagang Muhammad Darwin mengungkapkan, tren penurunan ini sudah terjadi sejak pandemi COVID-19. Namun, dampaknya terasa semakin parah dalam setahun terakhir, terutama pada pertengahan tahun 2024.

Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab penurunan ini adalah maraknya pembelian secara online. Banyak konsumen lebih memilih belanja melalui platform digital karena dianggap lebih praktis dan memiliki lebih banyak pilihan.

“Selain itu, daya beli masyarakat di Sabang yang terbatas juga mempengaruhi penjualan. Beberapa pelanggan lebih memilih berbelanja di Banda Aceh, karena harga di pusat kota sering kali lebih murah dibandingkan di Sabang,” ujar Darwin, Senin (24/02/2025).

Menurutnya, dari pendapatan perhari 80 persen mengalami penurunan drastis hingga hanya mencapai 25 persen dari kondisi normal. Sebelum pandemi, mereka bisa menghasilkan hingga Rp1 juta per hari, sedangkan kini pendapatan harian kadang hanya Rp300 ribu.

“Padahal, menjelang Ramadan di tahun-tahun sebelumnya, penjualan peralatan sholat seperti mukena, sarung, dan peci bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta per hari. Namun, pada Ramadan tahun ini, angka tersebut turun drastis dan sulit mencapai Rp1 juta dalam sehari, tambahnya.

Meskipun ada kenaikan harga dari pemasok, namun ia tetap menyesuaikan dengan kondisi pasar dan tidak menaikkan harga pada saat menjelang momen tertentu, seperti Ramadan atau musim tahun ajaran baru.

Para pedagang berharap, kondisi ekonomi membaik di masa mendatang agar daya beli masyarakat kembali meningkat. Mereka juga masih mencari cara agar bisa bersaing dengan pasar online dan tetap bertahan dalam situasi sulit ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *