Habapublik.com, Sabang: Harga kelapa di Kota Sabang mengalami kenaikan yang cukup signifikan, menyebabkan keluhan dari para pedagang dan masyarakat. Selain harga yang tinggi, ketersediaan kelapa juga semakin langka di pasaran.
Salah satu pedagang kelapa di Sabang Akmal mengungkapkan, saat ini pihaknya harus membeli kelapa dengan harga Rp7.000 per buah dalam kondisi belum dikupas. Setelah dikupas, harga jualnya menjadi Rp8.000, sedangkan setelah diperas mencapai Rp9.000.
Harga yang cukup tinggi ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama karena kelangkaan pasokan kelapa tua di Sabang.
“Selain karena harganya tinggi, memang kelapanya juga susah didapat. Di Sabang lebih banyak yang menjual kelapa muda dibandingkan kelapa tua. Selain itu, banyak pedagang memilih menjual kelapa mereka ke Banda Aceh dibandingkan ke pasar lokal di Sabang,” ujar Akmal, kepada Habapublik.com Minggu (09/03/2025).
Pedagang berharap adanya standar harga yang lebih stabil untuk kelapa, agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang melalui Kepala Bidang Perkebunan, Ir. Siti Khasani, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan edukasi kepada para petani kelapa. Namun, ia mengakui bahwa banyak lahan kelapa di Sabang yang kini terbengkalai akibat harga jual yang sempat jatuh dalam beberapa tahun terakhir.
“Banyak petani yang mengeluh karena biaya panen lebih mahal dari pada hasil yang mereka dapatkan. Akibatnya, banyak lahan kelapa yang tidak lagi dikelola dengan baik,” kata Siti.
Ia menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan edukasi kepada para petani serta bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk serangan hama yang kerap menyerang tanaman kelapa.
Siti berharap, kedepan adanya solusi terbaik yang dapat dilakukan untuk meringankan beban pedagang dan petani kelapa di Sabang, sehingga harga kelapa bisa lebih stabil dan pasokan tetap terjaga.(*)












