Daerah  

Jalan Rabat Beton di Desa Ulee Jalan Diduga Dibangun Asal Jadi

Jalan rabat beton Gampong Ulee Jalan Kecamatan Banda Sakti yang diduga dikerjakan asal jadi, tidak sesuai volume ketebalan. Foto/Alfatir

Habapublik.com, Lhokseumawe: Meski memiliki hak perogratif, Pj Geusyik Gampong Ulee Jalan Kecamatan Banda Sakti diminta bertanggung jawab terhadap penggunaan anggaran dana Silpa 2024 yang ditengarai dipaksakan terkuras habis untuk pembangunan jalan rabat beton yang dikerjakan asal jadi.

Demikian keluhan masyarakat setempat, terkait pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton asal jadi yang menelan biaya sekitar 178 juta rupiah sumber anggaran dana Silpa tahun 2024.

“Jangan cari keuntungan pribadi di desa kami, baru menjabat Pj Geusyik langsung menggunakan dana silpa 2024 untuk pembangun proyek jalan rabat beton yang dikerjakan asal jadi.” Kata Warga ketika berdelegasi diruang kerja Camat Banda Sakti Yuswardi Yunus, Senin lalu.

Atas dugaan pelaksanaan proyek rabat beton tidak sesuai volume tersebut, Warga sempat mengajukan protes, namun sayang berujung ketidak harmonisan diantara pengambil kebijakan dan perangkat desa kadus setempat.

Bersumber dana Silpa 2024 sekitar Rp. 178 juta rupiah rupiah, proyek jalan rabat beton tersebut tampak sudah rampung dibangun didua lokasi terpisah, yakni Jalan Dayah Tgk Mea sekitar 173 m, dan Jalan Komplek Maksin disekitar Dusun sejahtera Desa setempat

Dari pantauan tim liputan di dua lokasi tersebut, dugaan dikerjakan asal jadi sangat beralasan, diantaranya tampak bagian Volume Jalan tidak sesuai ketebalan sekitar 15 cm yang ditimpa diatas bangunan Jalan lama.

Sementara itu, Pj Geusyik Ulee Jalan Said Zulkarnain yang dikonfirmasi membantah segala tudingan terkait soal proyek asal jadi.

”Pelaksanaannya sudah sesuai prosedur, bahkan ikut melibatkan pihak Konsultan, “Kata Sa’id Zulkarnain yang dijumpai wartawan,” Rabu, (25/4/2025).

Dibawah fungsi pengawasan Konsultan pelaksana, dikatakan Pj Geusyik Sa’id proyek rabat beton sepanjang 173 meter dan lebar 3 meter telah dilaksanakan dengan ketebalan maksimal 15 cm.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *