Habapublik.com, Lhokseumawe: Meskipun tidak diketahui secara pasti sejak kapan telah berakar, namun tradisi Arisan berqurban, kini menjadi bagian penting dalam memperkuat silaturahmi diantara masyarakat.
Dari pantauan tim liputan kekompakan ini terlihat saat dilakukan penyembelihan 5 ekor sapi dan 4 ekor kambing hingga pembagian daging Kurban, Sabtu (7/6/2025).
“Alhamdulillah tahun ini, secara patungan kita ada 5 ekor sapi, dan 10 ekor Kambing, semuanya adalah Kurban masyarakat yang dikumpulkan secara arisan, “Kata Kepala Lorong yang juga Panitia Qurban.
Tradisi arisan Kurban, dikatakan Ketua Panitia Qurban Dusun Mesjid Ujung Blang M. Daud Amin telah berakar lama pada masyarakat sejak beberapa tahun lalu. “Untuk 1 ekor sapi ini terdiri 7 orang masyarakat berkurban, jadi seluruhnya ada sekitar, 33 warga berkurban tahun ini, “Kata M. Daud Amin.
Tokoh Masyarakat Desa setempat Zulfahmi, mengakui, konsep arisan Kurban bukan sekedar meringankan beban ekonomi, namun juga memperkuat rasa kebersamaan dan silaturahmi.
“Selain memperkuat silaturahmi juga ada kepercayaan dan dukungan anggota serta masyarakat,”
Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam pelaksanan ibadah kurban. Tahapan tersebut yakni, pendataan, pembayaran arisan, pembelian hewan qurban, pengundian anggota hingga hari pembagian daging.
Hukum berkurban adalah sunnah muakad. Sehingga berkurban memang dianjurkan bagi siapapun yang mampu.
“Dalam Islam arisan kurban itu diperbolehkan asalkan terpenuhi syaratnya secara halal dan adil serta menjauhi hal di larang dalam ajaran Islam,”tegas Zul fahmi.(*)












