Budaya  

Lestarikan Karya Sastra Aceh, MAA Jalin Kerjasama RRI Lhokseumawe

Saifuddin Saleh S.H Ketua Majelis Adat Aceh Kota Lhokseumawe.

Habapublik.com, Lhokseumawe: Agar tidak tenggelam perkembangan Zaman, dan melestarikan Karya Sastra, Nazam dan Hikayat Aceh kepada generasi penerus Bangsa, LPP RRI Lhokseumawe, akan menjalin kerjasama (MoU) bersama Seniman yang tergabung lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe.

“Kesepakatan bersama ini bertujuan untuk dapat saling mendukung dalam menyebarluaskan informasi tentang pelestarian adat istiadat serta hukum adat aceh.”Kata Antoni, S.Sos Kepala LPP RRI Lhokseumawe.

Gayung bersambut ulampun tiba, tujuan pelestarian karya Sastra Aceh yang telah ada pada abad ke-19 tersebut, disambut baik ketua MAA Lhokseumawe Saifuddin Saleh S. H ketika dijumpai di ruang kerjanya, Jum’at, (29/08/2025)

”Mate Aneuk Meupat Jrat, Matee Adat Pat Mita, Krue Seumangat, Taduk Beusare Ta Ato Pakat, Jinoe Tapeugah Bahasa Aceh, Nazam Ngon Panton Tambah Hikayat, Keuneubah Indatu Nanggroe Teu Leubeh,“

Usai membacakan syair pantun Aceh, Saifuddin sependapat program acara hikayat dan Nazam di RRI akan berperan penting dalam melestarikan sejarah, adat istiadat, kepercayaan, hingga kepedulian sosial masyarakat.

“Karya Sastra Aceh berupa Syair dalam Hikayat dan nazam harus kita hidupkan dalam kesadaran generasi muda kita, untuk itu kami akan mempersiapkan materi untuk mengisi program siaran di RRI,”kata Saifuddin Saleh.

Menurut Saifuddin, pentingnya nilai-nilai dalam hikayat menjadikannya sebagai salah satu media pendidikan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Bahkan, hikayat juga mampu memberi inspirasi dan motivasi kepada generasi muda Aceh.

Beberapa contoh hikayat yang dikenal luas antara lain Hikayat Raja-raja Pase, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Raja-raja Aceh dan lainnya. Karya ini memiliki kandungan nilai budaya dan sejarah tinggi yang harus diketahui Gen Z saat ini.

“Ini menjadi bukti bahwa hikayat Aceh memiliki kekayaan bentuk dan isi yang perlu terus digali dan dilestarikan,”pungkas Saifuddin Saleh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *