Daerah  

Menteri Pertanian Tinjau Pengembangan Kopi Gayo di Bener Meriah

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., bersama Wakil Gubernur Aceh Fadlullah, S.E., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Selasa (14/7/2026). Foto Humas Polres Bener Meriah.

Habapublik.com, Redelong – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., bersama Wakil Gubernur Aceh Fadlullah, S.E., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Selasa (14/7/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K..

Rombongan tiba di Bandar Udara Rembele Bener Meriah secara bertahap. Wakil Gubernur Aceh mendarat pukul 11.48 WIB menggunakan pesawat Pegasus Air Service, disusul Menteri Pertanian yang tiba pukul 13.10 WIB dengan pesawat Gulfstream G450.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si., Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., serta jajaran Forkopimda.

Dalam agenda kunjungan, Menteri Pertanian meninjau Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah di Kampung Rime Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Ia berdialog langsung dengan petani dan meninjau pembibitan benih kopi sebagai upaya memperkuat pengembangan komoditas unggulan Kopi Gayo.

Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan sektor pertanian di Aceh. Bantuan yang telah disalurkan mendekati Rp1 triliun, mencakup rehabilitasi lahan sawah, program cetak sawah, hingga pengembangan pertanian lainnya. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Kopi Gayo melalui program pembibitan, peremajaan tanaman, peningkatan kualitas produksi, hilirisasi, dan perluasan akses ekspor.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian dalam pemulihan sektor pertanian pasca bencana hidrometeorologi. Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut, terutama untuk penanganan lahan pertanian yang rusak berat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *