Habapublik.com, Sabang : Pembangunan Pelabuhan Perikanan (PP) Ie Meulee di Kota Sabang dipastikan segera rampung pada akhir September 2025. Proyek yang mendapat dukungan dari JICA tersebut nantinya akan dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh.
Konsultan JICA untuk PP Ie Meulee, Hiroshi Fukao, menyebutkan pembangunan ini merupakan bagian penting dari pengembangan sektor kelautan di Sabang. Fasilitas yang tersedia diharapkan mampu mendukung aktivitas nelayan sekaligus mendorong nilai tambah hasil tangkapan ikan.
“PP Ie Meulee dirancang bukan hanya untuk konsumsi lokal, tetapi juga membuka jalur distribusi ekspor. Hal ini akan memberikan peluang lebih besar bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan,” kata Hiroshi dalam seminar operasi dan manajemen PP Ie Meulee, Jumat (26/9/2025).
Selain itu, fasilitas yang akan tersedia meliputi dermaga pendaratan baru, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Integrated Cold Storage (ICS), serta pasar ikan dan sentra kuliner. DKP Aceh menargetkan penambahan jumlah staf dari 8 menjadi 15 orang untuk mendukung pengelolaan pelabuhan secara optimal.
“Kami berharap kehadiran PP Ie Meulee bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru di Sabang. Dengan tata kelola yang baik, pelabuhan ini akan memberikan manfaat langsung bagi nelayan, masyarakat, maupun sektor pariwisata,” ujar Hiroshi.
PP Ie Meulee juga dilengkapi dengan berbagai layanan, mulai dari tambat labuh, pasokan bahan bakar, air tawar, hingga rencana penyediaan es balok untuk mendukung kualitas hasil tangkapan. Tidak hanya itu, layanan kesehatan, asuransi BPJS, serta fasilitas rekreasi juga diproyeksikan hadir di kawasan pelabuhan.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, PP Ie Meulee diharapkan menjadi sentra kegiatan perikanan modern yang terintegrasi di Sabang. Peresmian tahap akhir pelabuhan ini ditargetkan dapat dilakukan pada akhir Desember 2025.(*)












