News  

Bantu Air Bersih untuk Warga, Baitul Mal Gayo Lues dan PDAM Tirtasejuk Pasang 110 Sambungan Baru

Kepala Perumda Tirta Sejuk, Gayo Lues Riky udara, SE.i

Habapublik.com, Blangkejeren: Upaya menghadirkan akses air bersih yang merata bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gayo Lues mulai menunjukkan hasil nyata. Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirtasejuk melakukan pemasangan 110 sambungan air bersih baru yang ditujukan khusus bagi warga dari kalangan ekonomi lemah.

Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara lembaga keagamaan dan perusahaan daerah untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih, yang selama ini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

Kepala PDAM Tirtasejuk, Riky Udayara, SE.I, mengatakan bahwa proses pendataan penerima manfaat dilakukan secara langsung kerumah agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran.

“Kita turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa penerima sambungan baru adalah masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Tim kami mendata rumah demi rumah, mengecek kondisi ekonomi, dan memastikan mereka memang layak mendapatkan bantuan,” ujar Riky, Jumat (3/10/2025).

Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar program seremonial, tetapi sebuah langkah nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Akses terhadap air bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mendukung aktivitas rumah tangga dan produktivitas ekonomi masyarakat kecil.

Dibiayai Dana Zakat dan Infak

Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues berperan sebagai penyedia dana untuk pembiayaan sambungan rumah baru tersebut. Dana yang digunakan berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang kemudian dikelola untuk program-program kemaslahatan umat.

Kepala Baitul Mal Gayo Lues,  dalam kesempatan terpisah, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengalokasikan dana zakat secara produktif dan tepat sasaran.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar setiap manusia. Dengan program ini, kami berharap tidak ada lagi keluarga kurang mampu yang kesulitan mendapatkan air bersih hanya karena tidak sanggup membayar biaya pemasangan,” ungkapnya.

Baitul Mal juga memastikan bahwa proses verifikasi penerima manfaat dilakukan secara ketat. Calon penerima harus memenuhi kriteria miskin yang telah ditetapkan, antara lain penghasilan rendah, tidak memiliki sambungan air sebelumnya, dan tinggal di wilayah jaringan distribusi PDAM.

Salah satu warga penerima mampaat sambungan air bersih. Foto: Kamsah Galus.

Mengurangi Beban Masyarakat

Selama ini, banyak warga miskin di sejumlah kampung di Gayo Lues yang masih mengandalkan sumber air tradisional seperti sumur gali atau sungai, yang kualitas airnya tidak dapat terjamin.

Dengan adanya pemasangan 110 sambungan baru ini, diharapkan beban tersebut dapat berkurang. Warga dapat menikmati air bersih langsung di rumah, dengan tarif pelanggan rumah tangga.

“Kami tidak ingin masyarakat yang ekonomi lemah tertinggal dalam hal akses air bersih. Karena itu, program ini akan terus kami dorong agar cakupan pelayanan PDAM semakin luas dan merata,” kata Riky.

Langkah Menuju Cakupan 100 Persen Pemerintah daerah menargetkan cakupan pelayanan air bersih mencapai 100 persen secara bertahap. Kolaborasi antara PDAM Tirtasejuk dan Baitul Mal ini menjadi salah satu model yang bisa direplikasi untuk wilayah lain, terutama di daerah terpencil dan tertinggal

Riky menambahkan, PDAM juga tengah berupaya memperkuat jaringan pipa dan menambah kapasitas produksi air, sehingga pelayanan terhadap pelanggan baru dapat berjalan lancar. Ia berharap masyarakat penerima manfaat dapat menjaga fasilitas air bersih dengan baik.

“Air bersih adalah amanah. Kami harapkan penerima manfaat ikut menjaga meteran dan jaringan sambungan agar tidak terjadi kebocoran atau penyalahgunaan. Ini investasi sosial yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Dukungan dan Harapan

Sejumlah warga penerima bantuan menyambut baik program ini. Mereka mengaku sangat terbantu karena selama ini biaya pemasangan sambungan air menjadi kendala utama.

“Alhamdulillah, sekarang kami sudah punya air sendiri di rumah. Dulu kami harus angkut air dari sungai setiap hari. Terima kasih kepada Baitul Mal dan PDAM,”ujar seorang warga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *