Habapublik.com, Blangkejeren: Di halaman belakang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangkejeren, deretan tanaman hijau tumbuh subur. Beberapa warga binaan tampak sibuk menyiangi rumput, sebagian lain menganyam bambu menjadi keranjang dan souvenir khas Gayo Lues.
Suasana itu mungkin sederhana, namun di situlah lahir kisah perubahan — kisah tentang bagaimana mereka belajar untuk tidak sekadar menebus kesalahan, tapi juga menanam harapan baru.
Tahun 2025 menjadi babak penting bagi Lapas Kelas IIB Blangkejeren. Mengusung semangat “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak,” seluruh jajaran bergerak bersama menjadikan pemasyarakatan sebagai ruang pembinaan yang benar-benar hidup dan produktif.
Tak lagi hanya soal kedisiplinan dan hukuman, pembinaan kini menjelma menjadi ruang pemberdayaan. Melalui program pertanian produktif, pelatihan keterampilan kerja, hingga industri kreatif, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diberi bekal untuk mandiri.
“Kami tidak hanya mengajarkan cara bekerja, tapi juga cara bermimpi,” tutur salah satu petugas pembinaan dengan mata berbinar, Kamis (30/10/2025).
Hasilnya mulai terasa. Produk karya WBP — dari hasil olahan pertanian, pupuk organik, hingga kerajinan tangan — kini tak lagi hanya dipajang di galeri lapas. Beberapa di antaranya sudah menembus pasar lokal, bahkan menarik minat pembeli dari luar daerah.

“Saya tak menyangka, hasil kerja kami bisa laku dijual. Rasanya seperti diberi kesempatan kedua,” ucap salah satu WBP dengan suara pelan namun penuh harapan.
Capaian ini tak hanya mengubah cara pandang masyarakat terhadap lapas, tetapi juga meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor pembinaan. Lapas kini tidak sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi menjadi motor ekonomi produktif yang turut menggerakkan roda pembangunan daerah.
Kepala Lapas Kelas IIB Blangkejeren, Dekki Susanto kamis, kepada wartawan 30/10/205 menjelaskan, yang paling berharga bukanlah angka atau penghargaan, melainkan perubahan nyata dalam diri para WBP.
“Melihat mereka tersenyum saat bisa mengirim uang hasil kerja kepada keluarga, itulah keberhasilan sejati. Kami akan terus bergerak, bekerja lebih cermat, dan berdampak lebih luas,” ujar Dekki
Melalui semangat berintegritas, bersatu, dan berkomitmen, Lapas Blangkejeren terus melangkah mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Imipas.
Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, mereka sedang membuktikan bahwa perubahan adalah mungkin — dan harapan bisa tumbuh di tempat yang tak pernah kita duga.(*)












