Ketua DPD Partai NasDem Banda Aceh Buka Festival Sepak Bola Usia Dini Restorasi Cup I 2025

Aksi pemain usia dibawah 11 tahun, di Festival Sepak Bola Restorasi Cup I 2025 di Lapangan Lambung, Banda Aceh, Sabtu sore (1/11/2025). Foto/Ist)

Habapublik.com, Banda Aceh: Ketua DPD Partai Nasdem Kota Banda Aceh, H Heri Julius lakukan tendangan bola perdana ajang Festival Sepak Bola Usia Dini Restorasi Cup I tahun 2025, yang berlangsung di Lapangan Ex PON Rugby, Lambung, Banda Aceh, Sabtu (01/11/2025) petang.

Festival sepak bola U-11 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Partai NasDem. DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh menjadi tuan rumah gelaran akbar Festival Sepakbola Usia Dini U-11 bertajuk “Restorasi Cup I 2025”.

“Festival Sepakbola juga momentum penting bagi pembinaan sepakbola usia dini di Aceh_ sekaligus mempererat silaturahmi antar Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Banda Aceh,”ujar Ketua Partai NasDem Banda Aceh, H Heri Julius, S.Sos, MM kepada awak media, usai membuka Festival sepakbola tersebut, Sabtu (01/11) sore.

Dijelaskan, turnamen ini juga menjadi ajang scouting bagi pelatih dan pengamat sepakbola lokal untuk melihat kompetisi, tetapi juga bagian dari gerakan restorasi sosial melalui olahraga, sejalan dengan semangat Partai NasDem.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam semangat sportivitas, kerja sama, dan cinta terhadap olahraga,” pinta H Heri Julius yang juga ketua Umum KONI Banda Aceh.

Semangat pemain usia dini dan banyak mantan pemain sepakbola yang melakukan pembinaan selama ini perlu kita dukung menurut kapasitas masing-masing, “ya tentu lewat turnamen atau kompetisi serta bantuan kainnya,”tukas anggota DPRA dari Fraksi NasDem itu.

Seperti telah diutarakan sebelumnya, Bang Heri yang juga Ketua Askot PSSI Banda Aceh menjelaskan inti gelaran Festival Sepak Bola usia dini. ” dapat menumbuhkan semangat kompetisi sehat di kalangan anak-anak, menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat”.

Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga sejak dini, memperkuat solidaritas antar komunitas sepak bola lokal. “Dengan semangat restorasi dan kebersamaan, turnamen ini menjadi bukti bahwa sepakbola bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi tentang membangun karakter, disiplin dan harapan masa depan,” tutupnya.

Usai serimoni pembukaan langsung tersaji pertandingan sengit, bagi anak-anak yang memang masih tulus dan fokus bermain bola. Dibawah arahan pelatih muda dan senior juga secara umum mantan pemain sepak bola. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *