Habapublik.com, Nagan Raya: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nagan Raya mengapresiasi langkah PT Bara Energi Lestari (BEL) yang telah melaksanakan program pelatihan operator dump truck bagi pemuda di wilayah tambang batubara.
Program ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas SDM yang berada di sekitar wilayah operasional tambang batubara.
Pelatihan yang bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Nagan Raya ini dinilai dapat membuka peluang kerja baru serta dapat memperkuat keterampilan bagi generasi muda.
Selain praktik teknik mengemudi dump truck (DT), peserta juga dibekali pemahaman keselamatan kerja dan standar industri.
Kepala Disnakertrans Nagan Raya, Said Mudhar, mengatakan pelatihan tersebut memberi ruang belajar yang tidak mudah diakses oleh banyak pemuda daerah.
“Program seperti ini sangat berarti. Tidak semua pemuda memiliki kesempatan belajar dengan fasilitas lengkap dan instruktur profesional. Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi jalan bagi mereka untuk mendapat pekerjaan layak dan menjadi tenaga industri yang kompeten,” ujarnya, Senin, 17 November 2025.
Said Mudhar juga mendorong agar pelatihan serupa digelar rutin dengan cakupan peserta yang lebih luas.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi sosial. Semakin banyak pemuda yang terlibat, semakin besar peluang mereka mengubah masa depan keluarga dan daerahnya,” katanya.
Sementara itu, Departemen Head CSR & External Relations PT BEL, Agussalim, menyebutkan bahwa perusahaan ingin manfaat CSR dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemberdayaan pemuda bukan program tahunan, tapi investasi jangka panjang. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa digunakan di mana pun mereka bekerja nanti,” ujarnya.
Lanjut Agussalim, pelatihan ini dibimbing instruktur berpengalaman dengan kurikulum berbasis kompetensi, termasuk pendampingan teknis dari PT Tata Bara Utama selaku kontraktor utama.
“Program tersebut menjadi ruang bagi pemuda Nagan Raya untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan memperluas peluang kerja melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” tutupnya.(*)












