Kemendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Kota Subulussalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui perwakilan lembaga, Didik Suhardi, meninjau langsung kondisi sekolah yang terdampak banjir di Kota Subulussalam, Sabtu (20/12/2025). Foto: Juan B.

Habapublik.com, Subulussalam: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui perwakilan lembaga, Didik Suhardi, meninjau langsung kondisi sekolah yang terdampak banjir di Kota Subulussalam. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan layanan pendidikan tetap tersedia bagi para siswa meski di tengah situasi bencana, Sabtu (20/12/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Didik didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subulussalam, Nasrul Padang. Mereka menyisir titik-titik lokasi sekolah yang sempat terendam air guna memetakan kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh pihak sekolah maupun para peserta didik.

Pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan perlengkapan sekolah yang mencakup tas, buku tulis, buku gambar, hingga alat tulis. Bantuan ini diharapkan dapat memicu semangat para siswa untuk kembali belajar di kelas setelah harta benda mereka rusak akibat luapan air.

Selain logistik, bantuan dana tunai juga diberikan kepada sekolah-sekolah terdampak dengan besaran bervariasi. Untuk tingkat TK mendapatkan Rp 5 juta, SD sebesar Rp 10 juta, dan SMP senilai Rp 15 juta yang difokuskan untuk biaya kebersihan pasca-banjir.

Didik Suhardi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang melanda masyarakat di Aceh, khususnya di wilayah Subulussalam. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap kelangsungan masa depan anak didik.

“Kunjungan dan bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Kemendikdasmen untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat segera pulih,” kata Didik di sela-sela kegiatannya menyerahkan bantuan secara simbolis.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subulussalam, Nasrul Padang, memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat kementerian. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi pihak sekolah yang sedang berupaya membersihkan lingkungan belajar dari sisa-sisa lumpur banjir.

Kunjungan kerja ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga agar proses belajar mengajar tidak terhenti terlalu lama. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan hingga kondisi pendidikan di Subulussalam benar-benar kembali stabil seperti sedia kala.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *