Warga Bener Meriah Menjual Kayu Damar, Solusi Sementara di Tengah Krisis Bahan Bakar

Warga Bener Meriah Menjual Kayu Damar, Solusi Sementara di Tengah Krisis Bahan Bakar. Foto: Riyan.

Habapublik.com, Redelong: Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah 26 November 2025 lalu masih meninggalkan dampak yang cukup signifikan bagi warga setempat.

Selain kerusakan infrastruktur dan kerugian materi, ketersediaan bahan bakar untuk memasak, khususnya gas, juga menjadi masalah pelik bagi warga.

Di tengah situasi sulit ini, muncul inisiatif dari sejumlah warga untuk menjual kayu damar sebagai alternatif pengganti gas.

Aman, salah seorang warga Bener Meriah, menjadi salah satunya. Baru dua hari pasca bencana, ia sudah mulai menjajakan kayu damar ke berbagai lokasi di Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Gas susah dicari, harga juga mahal. Kayu damar ini ada di sekitar kita, jadi saya coba jual untuk membantu warga,” ujarnya.

Kayu damar memang bukan bahan bakar yang ideal. Asapnya lebih banyak dari gas, dan membutuhkan perhatian lebih saat digunakan.

Namun, dalam kondisi darurat seperti ini, kayu damar menjadi solusi sementara yang sangat membantu.

Warga Bener Meriah itu mengaku setiap harinya mampu menjual ratusan ikat kayu damar.

Alhamdulillah, banyak yang beli. Satu ikat saya jual Rp 10 ribu. Lumayan untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Inisiatifnya ini mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang merasa terbantu dengan adanya alternatif bahan bakar yang terjangkau.

“Susah sekali cari gas sekarang. Harganya juga naik. Kayu damar ini sangat membantu kami,” kata Ibu Fatimah, salah seorang pembeli.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *