Habapublik.com, Meureudu: Masyarakat Meureudu, Pidie Jaya, kini menghadapi krisis air bersih yang sangat parah pasca bencana alam banjir dan longsor (hidrometeorologi) melanda kabupaten tersebut pada (26/11/2025) lalu.
Keperluan air bersih itu dianggap penting karena sebagian rumah warga masih dipenuhi dengan lumpur legit dan lebat. Sementara intalasi PDAM Tirta Krueng Meureudu sebagai penyedia air bersih rusak parah dihantam banjir.
Kondisi demikian membuat warga harus bersikap mengambil alternatif lain dengan cara menggali sumur maupun sumur bor. Langkah ini dianggap satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan mendesak air, termasuk untuk memasak, mandi, dan minum.
“Intalasi PDAM rusak, kami tidak bisa menunggu kapan diperbaiki,” kata salah seorang warga, Taufik (45) yang bersama dengan tetangganya berencana menggali sumur bor di lingkungan rumah mereka.
Di sisi lain, hampir sebulan pasca musibah banjir ini, ia beserta keluarga masih tinggal di posko pengungsian gampong setempat. Pantauan wartawan . pada Senin (22/12/2025), mobil tangki PMI tengah menyuplai air bersih di posko tersebut.
Sementara itu untuk di luar area pengungsian, kata warga Gp Beurawang, Meureudu itu, ia menegaskan tetap berupaya menggali sumur bor untuk mendapatkan air bersih yang digunakan untuk membersihkan lumpur di rumah.
kondisi seperti ini menunjukkan bahwa krisis air bersih menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah betapa penting kesiapan menghadapi bencana alam serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.(*)












