Habapublik.com, Sabang : Omzet pedagang oleh-oleh khas Sabang pada awal Januari 2026 mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut berbeda jauh dibandingkan periode libur awal tahun 2025 lalu.
Salah satu pedagang kue Bakpia Murni di Kota Sabang mengatakan penurunan omzet sudah dirasakan sejak awal terjadi musibah banjir dan tanah longsor Aceh – Sumatera. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan harian pelaku UMKM.
“Awal tahun 2025 lalu, omzet harian bisa mencapai tiga sampai lima juta rupiah. Saat ini pendapatan hanya berkisar lima ratus ribu hingga satu juta rupiah per hari,” ujar Murni, Senin (05/01/2026).
Ia menjelaskan wisatawan yang singgah dan membeli oleh-oleh saat ini mayoritas berasal dari luar negeri. Wisatawan tersebut didominasi oleh pengunjung asal Malaysia yang datang ke Sabang melalui jalur udara.
“Tahun lalu pembeli lebih banyak berasal dari Aceh dan Sumatera. Kondisi pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh ikut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Sabang,” tambahnya.
Menurutnya, belum normalnya akses jalur darat menuju Banda Aceh memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi di Sabang. Pelaku UMKM yang menjual oleh-oleh khas daerah menjadi salah satu sektor yang terdampak.
Ia berharap kondisi transportasi dan perekonomian dapat segera pulih. Biasanya di luar masa libur panjang, akhir pekan saja sudah ramai pembeli, namun saat ini suasana relatif sepi.(*)












