Habapublik.com, Takengon: Setelah lebih dari sebulan aktivitas belajar mengajar terhenti akibat banjir bandang yang melanda Aceh, Pondok Pesantren Terpadu (Dayah) Al Azhar Paya Jeget, kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, akhirnya menyerukan seluruh santri dan dewan guru untuk kembali ke pesantren.
Tgk. Khairul Basari, M.A., Pimpinan Dayah Al Azhar menegaskan bahwa proses pendidikan di pesantren akan segera diaktifkan kembali demi memastikan keberlangsungan pembinaan ilmu dan ibadah para santri.
“Anak-anak kita sudah sebulan lebih libur, karena kondisi Aceh Tengah yang mencekam saat itu. Kini saatnya kita bangkit dan kembali melanjutkan pendidikan,” ujar Tgk. Khairul, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, Tgk. Ridwan Bintang, Humas Dayah Al Azhar, menambahkan bahwa pihak pesantren khawatir jika proses belajar tidak segera dimulai, para santri akan terbiasa dengan suasana di luar pesantren.
“Di pesantren, anak-anak kita terjaga belajar dan ibadahnya. Karena itu, penting bagi kita untuk segera mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar,” katanya menegaskan.
Tgk Ridwan juga mengajak seluruh wali santri untuk bekerja sama dan tetap mengutamakan pendidikan anak-anak meski kondisi masih sulit.
“Kami memahami ada wali santri yang masih tinggal di pengungsian. Namun, dalam situasi apa pun, pendidikan anak harus menjadi prioritas utama,” harapnya.(*)












