Daerah  

Saluran Induk Meunasah Jurong, Meurah Dua Tersumbat Material Banjir, Butuh Alat Berat

Warga Gampong Meunasah Jurong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, menunjukkan kondisi saluran induk yang tersumbat material banjir kepada keuchik setempat. Foto: Hermansyah.

Habapublik.com, Meureudu: Warga Meunasah Jurong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya mengeluhkan kondisi saluran induk yang tersumbat material banjir seperti lumpur, pasir, dan bebatuan yang menghambat aliran air.

Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menerjunkan alat berat berupa beko kecil untuk melakukan pengerukan saluran tersebut yang panjang sekitar 250 meter.

Menurut keterangan Keuchik Gampong setempat, Mulyadi Syarif di lokasi, Minggu (11/1/2026), bahwa material banjir yang menumpuk di dalam saluran cukup tebal dan tidak mungkin dibersihkan secara manual tanpa dukungan alat berat.

“Saluran sudah tidak berfungsi karena tertutup material banjir. Kami minta tolong pemerintah bisa segera menurunkan alat berat (beko) untuk membersihkan saluran ini,” pinta salah seorang warga saat tengah mendampingi Keuchik Mulyadi di area tersebut.

Pengakuan Keuchik Mulyadi, sejumlah warga di sekitar saluran beberapa kali keluhkan persoalan tersebut. Mereka berdalih seandainya hal itu tidak ditindak lanjuti kondisi tersebut menghambat pembuangan air sehingga berdampak pada aktivitas warga.

Mulyadi menyebut, bahwa sebenarnya saluran pembuangan induk dengan panjang sekitar 600 meter tersebut pernah dibersihkan secara swadaya menggunakan satu unit beko. Namun, pembersihan saat itu hanya sekitar 400 meter.

Sementara itu, sisa sekitar 250 meter saluran masih memerlukan bantuan penanganan guna mengatasi permasalahan yang timbul akibat dampak bencana alam banjir bandang dan longsor di Pijay. ” Mudah mudahan ada solusi.” pungkas Keuchik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *