Habapublik.com, Sabang – Kelompok Masyarakat KOMPAK Konservasi Bahari berhasil menetaskan puluhan telur penyu sisik di pesisir Ie Meulee, Kota Sabang. Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya perlindungan satwa laut dilindungi berbasis masyarakat.
Ketua Kelompok KOMPAK Konservasi Bahari, Muhammad Habibi, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan setelah ditemukan sarang penyu sisik di pesisir Gampong Ie Meulee, Jurong Keuramat. Penyelamatan telur dilakukan sejak 12 November 2025 hingga masa penetasan Januari 2026.
“Dari 98 butir telur yang kami selamatkan, sebanyak 78 telur berhasil menetas dalam kondisi sehat. Sebagian telur lainnya mengalami kerusakan dan beberapa masih dalam tahap pemantauan,” kata Muhammad Habibi, Rabu (21/01/2026).
Proses evakuasi telur dilakukan secara hati-hati untuk menghindari gangguan predator, aktivitas manusia, dan faktor lingkungan. Telur kemudian dipindahkan ke lokasi penetasan semi-alami yang dikelola langsung oleh kelompok konservasi.
“Seluruh kegiatan ini merupakan inisiatif mandiri kelompok yang didampingi oleh penyuluh perikanan bantu Kota Sabang. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi penyelamatan penyu di wilayah pesisir Sabang,” tambahnya.
Penyu sisik merupakan salah satu spesies laut yang dilindungi dan populasinya terus mengalami penurunan akibat kerusakan habitat dan tekanan aktivitas manusia. Penyelamatan telur dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan peluang hidup penyu sejak fase awal.
Melalui kegiatan ini, KOMPAK Konservasi Bahari berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pantai semakin meningkat. Upaya konservasi berbasis komunitas diharapkan dapat berjalan berkelanjutan demi kelestarian penyu sisik di Kota Sabang.(*)












