Habapublik.com, Blangkejeren – Ketika lumpur belum sepenuhnya mengering dan kehidupan masih disusun ulang dari sisa-sisa bencana, Kabupaten Gayo Lues menerima sebuah pesan penting: mereka tidak ditinggalkan.
Bupati Bupati Gayo Lues Suhaidi dan Wakil Maliki menyambut langsung kehadiran Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Kamis (22/1/2026), dalam kunjungan kerja yang sarat makna di tengah fase rapuh pemulihan pasca bencana.
Kunjungan ini bukan seremoni. Bukan pula sekadar rutinitas birokrasi. Ia adalah pernyataan sikap. Pemerintah Kota Banda Aceh hadir untuk menyatakan bahwa penderitaan Gayo Lues adalah urusan bersama. Bahwa di Aceh, derita satu daerah adalah tanggung jawab moral daerah lain.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun tegas, Illiza menyampaikan empati secara terbuka kepada masyarakat terdampak. Ia menekankan bahwa pemulihan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Rumah bisa dibangun ulang, jalan bisa diperbaiki, tetapi semangat warga harus dijaga sejak hari pertama.
Bupati Gayo Lues menyambut kehadiran tersebut dengan penuh apresiasi. Di tengah keterbatasan dan tekanan pasca bencana, menurutnya, kehadiran kepala daerah lain bukan hanya simbol, melainkan energi nyata yang menguatkan psikologis masyarakat.
“Di saat kami sedang berjuang menata kembali kehidupan, kehadiran ini menjadi bukti bahwa Gayo Lues tidak berjalan sendirian. Solidaritas inilah yang membuat kami tetap berdiri,” tegas Bupati.
Kunjungan kerja ini menegaskan satu hal: pemulihan pasca bencana tidak boleh dikerjakan dalam kesunyian. Ia membutuhkan keberpihakan, keberanian hadir, dan kepedulian yang nyata.
Di Negeri Seribu Bukit, hari itu tercatat jelas—bahwa di balik puing dan duka, masih ada persaudaraan yang datang mengetuk, membawa kekuatan untuk bangkit kembali.(*)












