Habapublik.com, Subulussalam – Upaya pencarian terhadap pasangan suami istri (Pasutri) yang menjadi korban kecelakaan minibus Toyota Kijang Innova Nopol BK 1213 SP terus berlanjut hingga memasuki malam hari. Meski jarak pandang sangat terbatas akibat kegelapan, petugas tetap melakukan pemantauan intensif di titik-titik krusial aliran sungai.
Di lokasi kejadian, sejumlah petugas bersama warga terlihat menilik permukaan air menggunakan bantuan lampu sorot milik BPBD Kota Subulussalam. Langkah ini dilakukan agar setiap objek yang terhanyut oleh arus sungai dapat segera terlihat dan memudahkan proses identifikasi di tengah kondisi malam.
Pihak Basarnas menegaskan bahwa seluruh strategi di lapangan selalu dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan dengan kondisi alam yang dinamis. Intensitas pencarian tetap dijaga tinggi demi memenuhi harapan pihak keluarga yang masih setia menunggu di pinggiran sungai.
“Benar pencarian dilakukan hingga malam hari menggunakan lampu sorot. Pemasangan jaring ini diharapkan dapat membantu mempersempit area pencarian yang selama ini terkendala kondisi alam, seperti derasnya arus sungai dan banyaknya bebatuan besar,” ujar Komandan Regu Basarnas Sumut, Romy Ersa, Minggu 5 April 2026.
Selain pemantauan malam, penyisiran manual menggunakan perahu tetap dilakukan secara masif pada siang hari. Tim gabungan bahkan telah memperluas radius pencarian hingga mencapai wilayah Desa Dasan Raja guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh ke arah hilir.
Dijelaskannya teknologi modern turut dikerahkan dengan penggunaan drone milik tim SAR untuk mempermudah pemantauan dari udara. Alat ini menjadi solusi efektif untuk menjangkau sudut-sudut tebing jurang yang sulit dan berisiko tinggi jika dicapai oleh personel secara langsung.
Selain itu, strategi tambahan, tim gabungan berencana memasang jaring di titik-titik tertentu sepanjang aliran sungai. Pemasangan jaring ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pencarian serta menjadi penghalang jika tubuh korban tersangkut di area tersebut.
Sebagaimana diberitakan media sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Subulussalam hilang terseret arus Sungai Lae Kombih. Kedua korban yang merupakan warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, tersebut kendaraan yang mereka tumpangi jatuh ke jurang di kawasan Pakpak Bharat beberapa hari lalu.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal saat menempuh perjalanan pulang menuju kediaman mereka di Desa Lae Ikan pada Senin malam (30/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Mobil Toyota Kijang Innova yang mereka kendarai diduga hilang kendali hingga terjun ke jurang terjal dan tenggelam di derasnya arus sungai perbatasan Aceh-Sumut tersebut.(*)












