Habapublik.com, Subulussalam : Operasi pencarian terhadap pasangan suami istri, Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger, yang hilang akibat kecelakaan tunggal pada Senin pekan lalu hingga kini belum membuahkan hasil. Memasuki hari ketujuh, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban maupun kendaraan Toyota Kijang Innova silver dengan nomor polisi BK 1213 SP yang mereka tumpangi.
Insiden tragis ini bermula saat mobil korban dilaporkan terjun ke jurang di aliran Sungai Lae Kombih, tepatnya di kawasan Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia. Lokasi kejadian yang berada di Kecamatan Si Tali Telu Urang Jehe (STTUJ) tersebut memiliki medan yang cukup berat dengan arus sungai yang menantang bagi tim penyelamat.
Berbagai upaya teknis telah dikerahkan secara maksimal oleh tim pencarian sejak hari pertama operasi dimulai. Tim melakukan penyisiran intensif di tebing lokasi kejadian serta menggunakan teknologi pemantauan udara berupa drone untuk menjangkau area yang sulit diakses secara manual.
Penyusuran aliran Sungai Lae Kombih juga menjadi fokus utama dalam operasi kemanusiaan ini. Tim juga melakukan pemantauan di sejumlah titik strategis sepanjang aliran sungai serta memasang jaring pengaman di sekitar posko Desa Sikelang guna mengantisipasi jika korban terbawa arus.
Komandan Regu Basarnas Medan, Romy Edwin Putra, menyatakan bahwa seluruh personel di lapangan telah berupaya keras melakukan pencarian meski belum ada perkembangan signifikan. Hingga saat ini, baik kerangka kendaraan maupun fisik korban masih dinyatakan hilang di dasar atau aliran sungai tersebut.
Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) biasanya dibatasi selama tujuh hari kerja. Jika dalam kurun waktu yang telah ditentukan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi aktif akan dihentikan secara resmi.
“Hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda, baik kendaraan maupun korban. Namun tim tetap berupaya melakukan pencarian sampai dengan penutupan operasi,” ujar Romy Edwin Putra saat dikonfirmasi mengenai progres di lapangan pada Senin 6 April 2026.
Romy menambahkan bahwa setelah penutupan operasi SAR resmi dilakukan, tim tidak lagi melakukan penyisiran aktif namun beralih ke tahap pemantauan. Langkah ini diambil jika sewaktu-waktu terdapat laporan dari warga mengenai temuan baru terkait korban di sepanjang aliran sungai.(*)












