Hukum  

Kantor Koperasi PWI Sabang Dibobol Maling, Sejumlah Barang Berharga Raib

Ketua PWI Sabang, Jalaluddin Z.Ky, memperlihatkan ruang kantor yang dipimpinnya sudah diobrak abrik maling. Foto: Dok PWI Sabang.

Habapublik.com, Sabang – Aksi pencurian di Kota Sabang kembali memantik keresahan. Kali ini, pelaku menyasar Kantor Koperasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sabang. Sejumlah barang berharga milik organisasi wartawan tersebut raib digondol maling, sementara kondisi kantor ditemukan dalam keadaan porak-poranda.

Peristiwa itu diperkirakan terjadi dalam beberapa hari belakangan ini, meski belum diketahui secara pasti kapan aksi pembobolan berlangsung. Namun, saat kondisi kantor diperiksa, sejumlah fasilitas penting sudah hilang.

Beberapa barang yang dilaporkan raib di antaranya satu set Air Conditioner (AC), dua unit komputer all in one, serta satu unit dispenser air minum. Tidak hanya itu, pelaku juga diduga dengan leluasa mengobrak-abrik isi ruangan.

Lemari dan meja kantor ditemukan dalam kondisi terbongkar dan teracak-acak, memperlihatkan bahwa pelaku diduga mencari barang lain yang dapat dibawa kabur.

Ironisnya, aksi pencurian tersebut bukan satu-satunya yang terjadi di kawasan itu. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa AC milik kantor BRA serta Vihara juga turut menjadi sasaran pencurian.

Ketua PWI Sabang, Jalaluddin Z.Ky, memperlihatkan ruang kantor yang dipimpinnya sudah diobrak abrik maling. Foto: Dok PWI Sabang.

Ketua PWI Sabang, Jalaluddin Z.Ky, menilai pelaku diduga bukan pemain baru dalam aksi kriminal semacam ini. Ia menduga pencurian dilakukan oleh orang yang sudah terbiasa menjalankan aksi serupa.

“Melihat kondisi di lapangan, pelaku seperti sudah sangat memahami situasi. Ini bukan tindakan pencurian biasa,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Maraknya aksi pencurian di Kota Sabang dinilai telah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Tidak hanya rumah warga, kini fasilitas lembaga dan tempat ibadah pun mulai menjadi sasaran.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan serius terhadap keamanan dan pengawasan di wilayah kota wisata itu. Aparat penegak hukum didesak agar tidak sekadar menunggu laporan, tetapi bergerak cepat memburu pelaku sebelum aksi serupa kembali terulang.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka rasa aman masyarakat akan semakin terkikis, sementara pelaku kriminal justru makin leluasa menjalankan aksinya di tengah lemahnya pengawasan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *