Budaya  

Destinasi Wisata Alam di Sabang Ramai Dikunjungi Jelang Berbuka Puasa

Sejumlah destinasi wisata alam di Kota Sabang ramai dikunjungi warga menjelang waktu berbuka puasa pada Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu lokasi favorit masyarakat adalah Pantai Kasih yang menawarkan suasana pantai dengan hamparan pasir putih dan panorama laut yang menyenangkan. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Sejumlah destinasi wisata alam di Kota Sabang ramai dikunjungi warga menjelang waktu berbuka puasa pada Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu lokasi favorit masyarakat adalah Pantai Kasih yang menawarkan suasana pantai dengan hamparan pasir putih dan panorama laut yang menyenangkan.

Pemilik usaha kuliner di kawasan tersebut, Febrino, mengatakan lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak memasuki hari kelima Ramadan. Ia menyebut pesanan berbuka puasa terus berdatangan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Konsep berbuka dengan nuansa alam menjadi daya tarik utama bagi warga yang ingin bersantai bersama keluarga. Pengunjung dapat duduk langsung di atas pasir putih sembari menikmati angin laut dan suasana matahari terbenam,” ujar Febrino, Sabtu 28 Februari 2026.

Febrino menambahkan, menu andalan yang paling diminati pengunjung adalah ikan bakar segar dengan sambal khas. Selain itu tersedia paket menu lainnya seperti ayam bakar, aneka seafood, berbagai takjil, dan minuman dengan harga terjangkau mulai dari Rp25 ribu hingga Rp45 ribu.

Sementara itu, salah seorang warga Sabang, Agus, mengaku memilih berbuka puasa di tepi pantai karena suasananya yang berbeda dari biasanya. Ia datang bersama keluarga untuk menikmati momen kebersamaan di ruang terbuka.

“Suasana berbuka di pinggir pantai ini sangat indah, cocok dan nyaman untuk santai bersama keluarga, apalagi didukung dengan menu yang menarik. Konsep ini memberikan pengalaman berbuka yang lebih berkesan selama Ramadan,” kata Agus.

Ramainya kunjungan warga menjelang berbuka turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha di kawasan wisata tersebut. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan konsep kuliner berbasis alam di Sabang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *