Habapublik.com, Sabang – Kenaikan harga material bangunan dalam dua bulan terakhir berdampak terhadap menurunnya daya beli masyarakat di Kota Sabang. Kondisi tersebut turut mempengaruhi omzet penjualan toko bangunan yang mengalami penurunan cukup signifikan.
Pemilik toko bangunan di Jalan O Surapati Sabang, Fahmizal mengatakan omzet penjualan harian yang sebelumnya mencapai sekitar Rp20 juta kini turun menjadi sekitar Rp10 juta per hari. Menurutnya penurunan penjualan terjadi sejak harga sejumlah material bangunan mulai mengalami kenaikan.
Sejumlah material bangunan yang mengalami kenaikan di antaranya seng, thinner, kabel listrik, hingga cat dinding. Kenaikan harga tertinggi disebut terjadi pada produk seng dan thinner. “Harga barang naik sekitar 25 sampai 40 persen, paling tinggi di bagian seng dan thinner,” ujar Fahmizal, Sabtu (23/5/2026).
Ia menyebut harga seng naik sekitar Rp20 ribu per meter sementara cat dinding ukuran lima kilogram naik dari Rp120 ribu menjadi Rp130 ribu. “Kenaikan harga material diduga dari pihak importer dan distributor di pusat distribusi barang. Harga material yang dipasok dari Medan sudah lebih dulu mengalami kenaikan sebelum masuk ke Sabang,”tuturnya.
Ia mengatakan sejumlah produk lokal seperti semen asal Aceh masih relatif stabil tanpa kenaikan harga. Selain itu biaya transportasi maupun kondisi jalan disebut tidak mempengaruhi lonjakan harga material bangunan tersebut.
Fahmizal meminta harga material bangunan dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat tidak terus menurun. Ia juga menilai kestabilan harga penting untuk menjaga aktivitas pembangunan dan usaha toko bangunan di Kota Sabang.(*)












