Daerah  

IKA SMA Negeri 1 Takengon Serahkan Donasi untuk Eksekusi Objek Lahan Sengketa

Ketua IKA yakni Muchlis Gayo menyerahkan donasi kepada kepala sekolah SMA Negeri 1 Takengon Konadi Lingga pada Jumat (19/6/2016). Foto: Riyan.

Habapublik.com, Takengon – Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Takengon menyerahkan uang donasi untuk keperluan eksekusi objek lahan sengketa di area SMA Negeri 1 Takengon.

Uang sebesar 12 juta rupiah langsung diserahkan oleh ketua IKA yakni Muchlis Gayo kepada kepala sekolah SMA Negeri 1 Takengon Konadi Lingga pada Jumat (19/6/2016).

kepala sekolah SMA Negeri 1 Takengon, Konadi Lingga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih banyak atas kepedulian, partisipasi, dan bantuan alumni SMA Negeri 1 Takengon.

“Terima kasih atas kepedulian dan apresiasi para alumni SMA Negeri 1 Takengon yang sudah membantu biaya eksekusi. Pastinya bantuan ini sangat membantu SMA Negeri 1 Takengon,” tegasnya.

Secara terpisah, Bendahara IKA SMA Negeri 1 Takengon, Amna Zalifa, mengungkapkan, uang donasi tersebut sudah terkumpul sebelum sejak tanggal 31 Mei 2026. Ada 17 alumni yang mengirimkan donasi secara pribadi dan dua angkatan secara kolektif total berjumlah 19.

Dari 12 juta yang diperlukan pihak sekolah dana keseluruhan terkumpul 16.200.000, diserahkan ke sekolah sebesar Rp.12.000.000 dan sisa 4.200.000 untuk kas IKA.

Upaya hukum terhadap objek lahan sengketa di area SMA Negeri 1 Takengon mulai tingkat pertama, banding, hingga kasasi, yang kemudian berujung pada Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 409 K/PDT/2025 dan memenangkan SMA Negeri 1 Takengon.

Pengadilan Negeri Takengon telah melaksanakan sita eksekusi terhadap objek lahan sengketa (19/5/2026) dan pelaksanaan eksekusi tahap kedua berlangsung tanggal 2 Juni 2026.

Dalam penyerahan donasi tersebut, kepala sekolah SMA Negeri 1 Takengon didampingi Bendahara Koperasi SMA Negeri 1 Takengon Elmita Fitri. Dari IKA SMA Negeri 1 Takengon, ketua IKA Muchlis Gayo ditemani wakil ketua harian Darmawan dan turut diikuti sekretaris IKA SMA 1 Yusradi Usman al-Gayoni yang tersambung melalui WhatsApp Call dari London, Inggris.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *