Harga Emas di Sabang Turun, Warga Tetap Dominan Menjual Perhiasan

Harga emas di Kota Sabang mengalami penurunan pada akhir Juni 2026 dibandingkan pertengahan Juni lalu. Aktivitas transaksi di toko emas tetap ramai dengan jumlah penjualan dari masyarakat yang masih lebih tinggi dibandingkan pembelian. Foto: Difa.

Habapublik.com, Sabang – Harga emas di Kota Sabang mengalami penurunan pada akhir Juni 2026 dibandingkan pertengahan Juni lalu. Meski demikian, aktivitas transaksi di toko emas tetap ramai dengan jumlah penjualan dari masyarakat yang masih lebih tinggi dibandingkan pembelian.

Pedagang emas di Sabang, Fitri, mengatakan harga emas sebelumnya berada di kisaran Rp7.950.000 per mayam pada pertengahan Juni 2026. Memasuki akhir Juni, harga emas turun menjadi sekitar Rp7.750.000 per mayam sehingga memengaruhi pola transaksi di pasaran.

“Walaupun harga emas turun, transaksi tetap ramai. Namun, masyarakat yang datang lebih banyak menjual emas daripada membeli. Dalam sehari, emas yang dijual bisa mencapai lebih dari 30 mayam, sedangkan pembelian hanya sekitar 20 mayam lebih,” ujar Fitri, Jumat 26 Juni 2026.

Menurutnya, tingginya penjualan emas dipengaruhi berbagai kebutuhan ekonomi masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, hingga keperluan mendesak lainnya. Sementara itu, minat membeli emas masih ada, namun jumlahnya belum mampu menyaingi volume penjualan yang dilakukan warga.

Salah seorang warga Sabang, Rahmadani, mengaku ikut menjual emas miliknya karena membutuhkan dana untuk keperluan pribadi. Ia memilih menjual sebagian emas yang dimiliki meskipun harga sedang mengalami penurunan.

“Saya menjual emas sebanyak satu mayam karena ada kebutuhan pribadi yang harus segera dipenuhi. Walaupun harganya turun dibanding beberapa waktu lalu, saya tetap menjual karena memang sedang membutuhkan uang,” kata Rahmadani.

Penurunan harga emas tersebut belum mengurangi aktivitas perdagangan emas di Kota Sabang. Para pedagang berharap kondisi harga kembali stabil sehingga transaksi jual beli dapat berjalan lebih seimbang, sementara masyarakat juga diharapkan dapat mempertimbangkan waktu yang tepat sebelum memutuskan menjual maupun membeli emas sesuai kebutuhan dan kondisi pasar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *