Habapublik.com, Takengon – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, pedagang kelapa di kawasan Paya Ilang, Takengon, Aceh Tengah mengalami lonjakan pesanan yang signifikan.
Riski, salah seorang penjual kelapa, mengaku setiap momentum meugang membawa keuntungan berlipat dibanding hari biasa.
Jika pada hari biasa hanya ratusan kelapa yang terjual, maka saat meugang bisa mencapai 1 hingga 2 ton kelapa habis dibeli warga.
Kelapa tersebut sebagian besar didatangkan dari luar Kabupaten Aceh Tengah, yakni dari Bireuen. Harga kelapa bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per buah.
Menariknya, banyak pembeli meminta kelapa langsung diparut. Untuk setiap kelapa bulat yang diparut dikenakan tambahan biaya seribu rupiah. Misalnya, jika membeli tiga kelapa seharga Rp5.000 per buah, maka total yang harus dibayar menjadi Rp18.000.
Riski menuturkan, permintaan tinggi menjelang Iduladha membuat suasana pasar semakin ramai. “Tradisi meugang yang erat dengan kebutuhan dapur masyarakat menjadi berkah bagi para pedagang kelapa di Takengon,”tambahnya.(*)












