Habapublik.com, Sabang – Pelaku usaha travel asal Sumatera Utara mengeluhkan sulitnya memperoleh tiket kapal penyeberangan dari Sabang menuju Banda Aceh saat musim liburan. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada operasional usaha sekaligus menimbulkan kerugian bagi pelaku wisata.
Owner Nizam Travel Medan, Nizam, mengatakan pihaknya pernah mengalami kendala saat kendaraan wisata yang telah menyeberang ke Sabang tidak memperoleh tiket untuk kembali ke Banda Aceh. Akibatnya, rombongan harus menunda perjalanan hingga jadwal penyeberangan berikutnya.
“Minggu lalu kami mengalami hal itu. Jadi mobil yang sudah kami seberangkan tidak bisa balik lagi ke pelabuhan. Yang terjadi adalah kami harus menunggu keberangkatan selanjutnya, menginap lagi satu malam lagi di Sabang sehingga menimbulkan kerugian di pihak kami,” kata Nizam, Minggu 28 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penundaan perjalanan tersebut membuat pelaku usaha harus mengeluarkan biaya tambahan, mulai dari penginapan, konsumsi hingga penyesuaian jadwal perjalanan wisata. Kondisi itu dinilai dapat mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Sabang.
Menurut Nizam, wisatawan yang datang ke Sabang seharusnya memperoleh kepastian untuk kembali ke Banda Aceh sesuai jadwal yang telah direncanakan. Kepastian tiket balik dinilai penting agar aktivitas wisata maupun usaha travel dapat berjalan lancar.
“Makanya tadi saya bilang, untuk orang-orang yang masuk ke Sabang, mereka harus punya akses untuk bisa dapat kepastian balik lagi ke Banda Aceh. Jangan dia masuk ke Sabang, tidak bisa balik ke Banda Aceh, ini jadi masalah besar,” ujarnya.
Nizam berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat memperbaiki sistem penyeberangan, khususnya dalam memberikan kepastian tiket kembali pada masa liburan.
“Kelancaran akses transportasi akan mendukung iklim usaha pariwisata sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Sabang, pungkasnya.(*)












