Habapublik.com, Subulussalam – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Subulussalam resmi memulai perhelatan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan melakukan pendataan perdana terhadap Wali Kota Subulussalam, H. M. Rasyid Bancin. Langkah awal ini menandai dimulainya pemetaan menyeluruh terhadap lanskap aktivitas usaha dan ekonomi di wilayah bumi Syekh Hamzah Fansuri.
Kegiatan pendataan yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota, Komplek Perkantoran Jalan Raja Tua, Kampong Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri ini, dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kota Subulussalam, Adi Putra, SP. Turut mendampingi dalam rombongan tersebut Penanggung Jawab (PJ) Sensus Ekonomi 2026 Kota Subulussalam, Tri Wahyudi, S.Stat, serta sejumlah staf organik dan petugas lapangan.
Kepala BPS Kota Subulussalam, Adi Putra, menegaskan bahwa pendataan yang menyasar kepala daerah ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol penting dari mulainya pengumpulan basis data ekonomi makro yang objektif di daerah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi stimulan agar seluruh pelaku usaha di Subulussalam, dari skala mikro hingga besar, bersikap kooperatif selama proses sensus berlangsung.
“Pendataan kepada Wali Kota adalah komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap unit usaha di Subulussalam tercatat dengan presisi. Kami ingin menghasilkan potret ekonomi yang riil tanpa ada yang terlewat, agar kebijakan pembangunan yang lahir nantinya benar-benar bertumpu pada data yang sahih,” ujar Adi Putra, Rabu 15 Juli 2026.
Sementara itu, Wali Kota Subulussalam H. Rasyid Bancin atau biasa disapa HRB, menyambut hangat kehadiran tim dan memberikan dukungannya secara penuh. Kehadiran figur nomor satu di jajaran pemerintahan daerah ini menjadi sinyal kuat kolaborasi lintas sektor demi menyukseskan program nasional yang krusial bagi masa depan iklim investasi daerah tersebut.
Hasil akhir dari akumulasi data Sensus Ekonomi 2026 ini nantinya diproyeksikan menjadi kompas utama bagi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Data komprehensif ini akan digunakan untuk menyusun perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang, mengevaluasi efektivitas struktur ekonomi eksisting, serta merancang peta jalan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Melalui momentum ini, BPS Kota Subulussalam mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pelaku dunia usaha untuk memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya kepada petugas lapangan. Sinergi yang solid antara pemerintah, otoritas statistik, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci utama dalam melahirkan fondasi data yang kuat demi Indonesia yang lebih kompetitif.(*)












