USK dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset melalui Workshop Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran dan Penelitian

Para peserta berfoto bersama usai acara dengan Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat(LPPM) USK, Kepala PRP-PMRI, Ketua Jurusan beserta dosen Pendidikan Matematika FKIP USK, Peneliti BRIN, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Kepala SMP Kota Banda Aceh

Habapublik.com, Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) menyelenggarakan seminar dan workshop bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran dan Penelitian” di Aula Lantai 2 FKIP USK, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara USK dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan penelitian serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial.

Kepala PRP-PMRI USK, Prof. Dr. Rahmah Johar, M.Pd., turut memberikan sambutan pada acara tersebut, kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Bidang Riset dan Pengabdian LPPM USK, Prof. Dr. Yunisrina Qismullah Yusuf, S.Pd., M.Ling. Dalam sambutannya, Prof. Yunisrina menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan dan penelitian.

Seminar diawali dengan peluncuran (launching) Platform GetSmart yang ditandai dengan pemutaran video promosi dan pemukulan rapa’i sebagai simbol dimulainya pemanfaatan platform tersebut untuk mendukung pembelajaran dan penelitian berbasis AI.

Seminar dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, para kepala SMP di Kota Banda Aceh, guru SMP dan SMA, dosen, mahasiswa, peneliti, serta praktisi pendidikan. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti oleh 105 peserta.

Satrio Adi Priyambada, S.Kom., M.Kom., Ph.D. dari BRIN memaparkan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam penelitian pendidikan. Ia menjelaskan berbagai peluang integrasi AI dan Augmented Reality (AR) untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus memperkuat kegiatan penelitian. Dalam paparannya, Satrio juga memperkenalkan hasil riset BRIN mengenai sistem rekomendasi berbasis kompetensi lulusan dan kualifikasi pekerjaan yang memanfaatkan teknologi AI untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Mukhlis Hidayat, M.Kom. yang membahas implementasi AI dalam perancangan pembelajaran. Melalui berbagai demonstrasi, ia memperkenalkan teknik menyusun prompt yang efektif agar aplikasi AI generatif mampu membantu guru merancang perangkat pembelajaran, mulai dari tujuan pembelajaran, modul ajar, aktivitas belajar berdiferensiasi, hingga asesmen formatif.

Mukhlis memperkenalkan kerangka penyusunan prompt KPTFC (Konteks, Peran, Tugas, Format, dan Kriteria) sebagai panduan praktis bagi guru dalam berinteraksi dengan AI. Melalui pendekatan tersebut, guru dapat menghasilkan modul ajar yang lebih sistematis, sesuai Kurikulum Merdeka, sekaligus menghemat waktu dalam proses perencanaan pembelajaran. Semua peserta bersemangat mempraktekkan pemanfaatan AI di ruang seminar. Namun demikian guru perlu menyaring kembali hasil yang dibuat AI supaya aktivitas yang dirancang mengacu pada peningkatan pemahaman konseptual dan penalaran siswa, sesuai dengan prinsip Realistic Mathematics Education (RME).

Sesi terakhir, Prof. Dr. Rahmah Johar, M.Pd. memaparkan hasil analisis remedial siswa SMP Kota Banda Aceh menggunakan Platform GetSmart. Hasil tersebut menunjukkan bagaimana teknologi digital dan AI dapat dimanfaatkan untuk menganalisis capaian belajar siswa secara lebih cepat sehingga guru dapat menyusun tindak lanjut pembelajaran yang lebih tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala dan BRIN berharap dapat memperkuat sinergi dalam bidang penelitian, pengembangan inovasi pendidikan, serta peningkatan kompetensi guru dan akademisi dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program riset dan inovasi yang mendukung transformasi digital pendidikan di Aceh maupun Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *