Habapublik.com, Takengon – Kondisi sejumlah traffic light atau lampu lalu lintas di Kabupaten Aceh Tengah dikeluhkan masyarakat karena tidak berfungsi optimal.
Salah satu keluhan disampaikan warga melalui program Halo RRI Takengon terkait lampu lalu lintas di kawasan Simpang Lima Aceh Tengah dan terminal lama Takengon.
Menurut Ratna, lampu lalu lintas yang sudah beberapa bulan tidak berfungsi membuat arus kendaraan, terutama pada pagi hari saat mengantar anak sekolah, menjadi kurang tertib.
Menurutnya, pengendara cenderung saling berebut ketika tidak ada pengaturan melalui lampu lalu lintas.
“Karena pagi-pagi tuh kan berebut terus, maksudnya mau antar anak sekolah tuh semuanya mau cepat. Jadi kalau ada kayak gitu kan nggak tertib jadinya kan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tengah, Ariansyah, mengatakan kondisi traffic light di daerah itu secara umum sudah tidak memadai. Selain faktor usia, kondisi cuaca juga turut mempengaruhi kinerja perangkat lampu lalu lintas.
Ariansyah menjelaskan, sejumlah traffic light di Aceh Tengah telah berusia antara 10 hingga 20 tahun. Kondisi tersebut menyebabkan perangkat rentan mengalami gangguan, terutama ketika terjadi hujan yang dapat memicu masalah pada mesin dan sambungan kabel.
Ia mengatakan, perbaikan dan perawatan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat biaya perawatan traffic light belum dapat dianggarkan pada tahun ini.
Ariansyah menyebut kerusakan lampu lalu lintas telah dikeluhkan masyarakat sejak pascabencana hidrometeorologi, sekitar Februari hingga Maret 2026.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Perhubungan Aceh Tengah telah mengusulkan anggaran perawatan melalui anggaran perubahan tahun 2026.
Dishub berharap usulan tersebut dapat terealisasi sehingga perawatan dan perbaikan traffic light yang mengalami kerusakan dapat segera dilakukan demi meningkatkan ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.(*)












