Ragam  

SMSI Aceh Besar Gelar Rapat Perdana, Pengurus Masa Bakti 2026–2029 Dilantik Oktober

Pengurus SMSI Aceh Besar mengikuti rapat perdana persiapan pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2029 di salah satu warung kopi kawasan Lambaro, Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (10/9/2026). FOTO: SMSI Aceh Besar.

Habapublik.com, Aceh Besar – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Besar menggelar rapat perdana jajaran pengurus sebagai langkah awal berbagai persiapan pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2029.

Rapat berlangsung di salah satu warung kopi kawasan Lambaro, Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (10/9/2026). Rapat tersebut dipimpin Ketua Zulfikar S.Pd dihadiri Sekretaris SMSI Aceh Besar, Sadhali, S.Pd., Bendahara Azhari Usman, serta sejumlah pengurus lainnya.

Rapat perdana tersebut digelar setelah jajaran pengurus menerima mandat kepengurusan untuk periode 2026–2029 dari SMSI Aceh pada 28 Agustus 2026.

Rapat perdana ini menjadi momentum bagi pengurus untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, sekaligus membahas berbagai kebutuhan teknis dan administratif menjelang pelantikan yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Kegiatan dibuka Sekretaris SMSI Aceh Besar, Sadhali, S.Pd. Sejumlah agenda dibahas dalam rapat, mulai dari konsep pelantikan, pembentukan kepanitiaan, penyusunan undangan, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ketua SMSI Aceh Besar, Zulfikar, S.Pd., mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh pengurus dalam mempersiapkan agenda perdana organisasi berupa pelantikan yang dirangkaikan seminar.

Menurutnya, pelantikan nantinya tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi harus menjadi momentum awal bagi SMSI Aceh Besar untuk menjalankan peran organisasi secara lebih aktif dalam memperkuat keberadaan perusahaan pers media siber di Aceh Besar.

“Kita ingin membangun pers yang sehat, profesional dan berkelanjutan. Kemajuan industri pers tidak hanya penting bagi perusahaan media, tetapi juga penting dalam mendukung program pembangunan dan kemajuan daerah,” ujar Zulfikar.

Ia menegaskan, SMSI Aceh Besar ke depan tidak boleh sekadar menjadi wadah berkumpulnya perusahaan media. Organisasi harus mampu menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, membangun kerja sama, meningkatkan profesionalisme, sekaligus mendorong perusahaan pers agar dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Organisasi ini bukan hanya sekadar berkumpul. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun silaturahmi, kebersamaan dan kerja sama untuk kemajuan perusahaan pers serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.

Zulfikar juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan serta menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Kita mulai dari langkah kecil, tetapi dengan semangat dan kebersamaan yang besar. Pelantikan ini harus menjadi titik awal bagi SMSI Aceh Besar untuk bergerak dengan melaksanakan berbagai program,” tambahnya.

Seluruh pengurus diharapkan mengambil bagian dalam setiap tahapan persiapan pelantikan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, lancar dan sukses.

Dengan terbentuknya kepengurusan masa bakti 2026–2029, SMSI Aceh Besar berkomitmen memperkuat peran perusahaan pers media siber, membangun ekosistem pers yang sehat dan profesional, serta memperluas sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi pers dan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *